Surabaya (beritajatim.com)- Jika Anda pernah makan seafood di negara-negara Eropa atau Amerika Serikat, Anda mungkin langsung menyadari satu hal, bumbunya tampak “minimal”. Seringkali, kepiting, kerang, atau udang hanya direbus atau dikukus lalu disajikan dengan saus cocolan sederhana seperti mentega cair, lemon, atau garam. Makanan ini kadang-kadang terasa hambar bagi lidah yang terbiasa dengan sambal dan bumbu pekat. Namun, ada alasan yang kuat di balik gaya penyajian ini.
Seafood dianggap sebagai makanan premium di banyak negara Barat karena rasanya yang alami. Karena itu, agar cita rasa laut yang segar tetap menonjol dan tidak tertutup oleh bumbu, teknik pemasakannya dibuat semudah mungkin.
Tekstur adalah alasan utama penyajian minimalis. Seafood matang sangat cepat, dan jika dimasak terlalu lama atau langsung dicampur saus kental, dagingnya bisa menjadi kenyal, hancur, atau berair. Namun, dengan merebus atau mengukus secara terpisah, tingkat kematangan bisa lebih diatur sehingga dagingnya tetap lembut dan juicy.
Selain itu, bumbu cocolan disajikan secara terpisah sehingga setiap orang dapat menyesuaikan rasanya sesuai selera. Orang-orang tertentu lebih suka sedikit rempah kering, mentega asin, atau hanya perasan lemon. Konsep ini serupa dengan tradisi makan masyarakat seperti clambake, di mana seafood dimasak dengan uap air laut atau rumput laut yang memberi rasa alami tanpa menambahkan banyak bahan lain.
Ini sangat berbeda dengan tradisi Indonesia.
Di tempat ini, seafood biasanya dikombinasikan dengan bumbu yang kuat dan kompleks. Digoreng dengan sambal, dibakar dengan bumbu manis pedas, atau ditumis dengan rempah yang memiliki bau yang kuat. Bumbu adalah ciri khas masakan, bukan sekadar pelengkap.
Teknik memasak seperti boiling, baking, atau frying ringan dengan sedikit bumbu lebih disukai di Barat. Tujuannya bukan untuk “memasak bumbu”, melainkan menonjolkan rasa asli bahan. Ini berbeda dengan banyak masakan Asia yang biasanya memasukkan seafood langsung ke dalam saus sejak awal proses memasak.
Filosofi memasak di balik penyajian seafood Barat yang sederhana bukan berarti rasanya kurang. Mereka percaya bahwa seafood segar memiliki rasa yang kuat tanpa harus dibumbui dengan bumbu yang banyak. Meskipun Indonesia menghormati kualitas rempah-rempah yang terkandung dalam setiap hidangan laut, Barat memilih untuk membiarkan rasa laut berbicara sendiri. Meskipun keduanya metode yang berbeda, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.[ Imelda Faizza]






