Surabaya (beritajatim.com)- Sunscreen adalah salah satu produk perawatan kulit yang paling penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi dari sinar UV. Meski begitu, masih banyak orang yang menggunakan sunscreen dengan cara yang kurang tepat karena terpengaruh oleh berbagai mitos yang beredar.
Jika dibiarkan, kesalahan ini justru membuat perlindungan kulit tidak bekerja secara maksimal. Agar tidak salah langkah, yuk kenali lima mitos sunscreen yang paling sering menyesatkan dan cari tahu apa fakta sebenarnya.
Mitos 1: SPF Tinggi Selalu Lebih Baik
Banyak yang mengira bahwa semakin tinggi angka SPF, semakin sempurna perlindungan yang diberikan. Padahal, perbedaannya tidak sebesar yang dibayangkan. SPF 30 misalnya, sudah mampu melindungi kulit hingga sekitar 97%, sementara SPF 50 sekitar 98%. Yang lebih penting justru adalah bagaimana Anda mengaplikasikan sunscreen dan seberapa sering melakukan reapply. Jadi, pilih SPF yang sesuai kebutuhan dan aktivitas Anda, tidak harus yang paling tinggi.
Mitos 2: Sunscreen Cukup Dipakai Sekali Seharian
Pemakaian sunscreen di pagi hari saja tidak cukup untuk melindungi kulit sepanjang hari. Sunscreen dapat memudar karena keringat, minyak, atau aktivitas luar ruangan. Itulah sebabnya sunscreen perlu di-reapply setiap dua hingga tiga jam agar perlindungannya tetap optimal. Jika tidak diulang, kulit tetap bisa terpapar UV meskipun Anda sudah merasa aman karena memakai sunscreen sebelumnya.
Mitos 3: Cuaca Mendung Artinya Tidak Perlu Sunscreen
Meskipun langit terlihat gelap dan matahari tertutup awan, sinar UV tetap mampu menembus atmosfer hingga 80–90%. Artinya, kulit tetap berisiko terbakar, menggelap, atau muncul flek meski Anda tidak merasa panas. Mengabaikan sunscreen di hari mendung adalah kesalahan umum yang perlu dihindari. Tetap gunakan sunscreen setiap hari, apa pun cuacanya.
Mitos 4: Sunscreen Tidak Diperlukan di Dalam Ruangan
Banyak orang mengira bahwa berada di dalam ruangan berarti aman dari sinar UV. Faktanya, sinar UVA yang berbahaya untuk kulit tetap dapat menembus kaca jendela. Selain itu, paparan blue light dari layar komputer, laptop, dan ponsel juga dapat memengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang. Karena itu, memakai sunscreen tetap penting bahkan jika Anda bekerja atau beraktivitas di dalam ruangan.
Mitos 5: Sunscreen untuk Wajah Bisa Dipakai di Badan (dan Sebaliknya)
Meski tampak serupa, sunscreen wajah dan badan punya formulasi berbeda. Sunscreen badan biasanya lebih tebal dan bisa menyumbat pori-pori jika dipakai di wajah. Sementara sunscreen wajah diformulasikan lebih ringan dan lembut untuk kulit yang lebih sensitif. Menggunakan produk pada area yang tidak sesuai peruntukannya bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan masalah kulit. Lebih aman untuk memakai sunscreen sesuai area penggunaan.
Memahami fakta di balik mitos sunscreen adalah langkah penting agar kulit mendapatkan perlindungan yang optimal setiap hari. Dengan cara pakai yang benar, memilih produk yang tepat, dan memahami kapan harus mengaplikasikannya, sunscreen dapat bekerja secara maksimal dalam menjaga kulit dari kerusakan. Jadikan pemakaian sunscreen sebagai kebiasaan harian, bukan sekadar formalitas. Kulit sehat Anda di masa depan akan sangat berterima kasih! [Nazala Habibah Fathyadin]






