Malang (beritajatim.com) – Toyota Kartika Sari Malang membuat heboh penunjung Malang Town Square (Matos). Mereka memperkenalkan Toyota Kijang Innova Zenix pada Jumat (25/11/2022) malam, yang merupakan generasi ke-7 dari Toyota Kijang.
Kepala Cabang Toyota Kartika Sari Malang, Handoko Tri Wicahyo mengatakan, Kijang Innova Zenix ini memiliki keunggulan untuk mendekatkan pengendara dengan kendaraannya. Mobil ini memiliki dua tipe, yakni Hybrid dan Non Hybrid, dengan keunggulan yang berbeda ketimbang generasi sebelumnya.
“Toyota Kijang Innova Zenix ini memiliki safetysend 3.0 yang pasti akan membuat pengendara aman dan nyaman. Jadi di generasi ke-7 ini sangat mendukung teknologi terbari dengan mendekatkan diri pengendara dan kendaraannya,” ujar pria yang akrab disapa Cahyo itu, Sabtu, 26 November 2022.

Cahyo menyebut, yang paling diminati dari Kijang Innova generasi ke-7 ini adalah tipe Hybrid. Kijang Innova generasi ke-7 ini tidak lagi memakai mesin diesel. Untuk diketahui, mesin Innova Zenix saat ini yaitu bensin 1.987 CC 4-silinder Dual VVT-i berkode M20A-FKS. Sementara, versi Hybrid berkapasitas sama dengan kode M20A-FXS.
“Jadi bahan bakar lebih irit bisa mengurangi emisi gas lah. Ini sudah resmi diluncurkan di regional Jawa Timur. Zenix Hybrid klaimnya 1/20 (1 liter bisa 20 kilometer) dan yang non Hybrid 1/15 (satu liter bisa 15 kilometer),” paparnya.
Cahyo menuturkan, sudah ada 150 customer yang telah memesan atau inden mobil terbaru ini. Seluruh varian Kijang Innova Zenix kini menggunakan CVT atau sistem matic. Dengan harga kisaran Rp415 sampai 614 juta di wilayah Jawa Timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Malang”]
“Targetnya kalau di Malang Raya ya 100 unit. Di Jawa Timur yang inden sudah 150. Kijang Innova generasi ke-7 ini telah menggunakan sistem penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD). Kalau ingin tahu bedanya, silahkan ke Kartika Sari Malang kita siapkan test drivenya. Semua akan terjawab disitu,” kata Cahyo.
Cahyo menyebut mobil tipe ini sangat cocok untuk keluarga. Untuk stock wilayah Jawa Timur dipastikan bakal aman hingga akhir tahun 2022 ini. Kemudian, guna menyongsong tahun 2023 mendatang yang diprediksi bakal terjadi resesi, dia pun optimis dunia otomotif akan terus bergerak, seperti halnya di masa pandemi Covid-19.
“Jadi sesuai kebutuhan Warga Malang juga, kendaraan ini irit bahan bakar dan cocok untuk keluarga. Jadi pantas untuk memiliki kendaraan ini. Stock suplai kendaraan ini sangat aman, apalagi melihat antusiasnya tinggi. Kalau soal resesi, ya kita belajar dari pandemi sebelumnya dan saya optimis dunia otomotif akan terus bergerak,” tandasnya. [luc/beq]






