Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember mengedukasi teknologi cara berbudidaya anggrek secara in vitro kepada warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Cara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah transfer pengetahuan untuk mulai mengintroduksi teknologi perbanyakan anggrek.
Hal ini dikemukakan salah satu peneliti anggrek dan pegiat ATP Orchid Nursery Universitas Jember, Parawita Dewanti, sebagaimana dilansir Humas Unej, Senin (17/10/2022). Edukasi ini untuk peningkatan keterampilan yang dapat bermanfaat mengembangkan iklim usaha anggrek dan penguatan kemitraan.
Para peneliti anggrek di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agrotechnopark telah mengembangkan dua varietas anggrek baru, Dendobrium Unej-1 dan Dendobrium Unej-2 pada 2019 lalu. “Kami mengembangkan dan memproduksi penyimpanan benih sintetik anggrek,” kata Dewanti.
“Caranya Benih buatan yang embrionya berasal dari kultur jaringan, dienkapsulasi dengan alginat yang diperkaya dengan nutrisi dan hormon. Dengan demikian bentuknya seperti benih. Penyimpanan benih sintetik anggrek selain aman juga praktis,” kata dosen Fakultas Pertanian ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Setelah mengembangkan teknologi kultur in vitro pada tanaman anggrek, Dewanti dan kawan-kawan tengah mengembangkan teknologi TILCS (Temporary Immersion Liquid Culture System). Teknologi ini untuk memperpendek waktu budidaya anggrek.
“Dengan teknologi TILCS yang menggunakan kultur cair, maka pertumbuhan anggrek lebih cepat empat bulan dibandingkan dengan cara biasa. Aklitimasi anggrek juga lebih cepat mengingat anggrek muda bisa menjalani proses aklitimasi pada usia 6 hingga 8 bulan. Sementara dengan cara biasa baru bisa aklitimasi pada usia 10 sampai 12 bulan,” kata Dewanti. [wir/but]






