Surabaya (beritajatim.com) – Setelah lama vakum, ajang bergengsi Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Menengah se-Jawa Timur resmi dihidupkan kembali oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim). Gelaran LCC 2025 ini diikuti enam tim terbaik dari berbagai daerah, sekaligus menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat belajar dan daya saing siswa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menilai, kembalinya LCC menjadi sarana strategis untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus karakter kolaboratif siswa. “Antusias peserta luar biasa. Kita sangat terkesan dengan kecerdasan anak-anak dan pengetahuan mereka,” ujar Aries, Jumat (10/10/2025).
Aries menjelaskan, format beregu dalam LCC memberi nilai tambah karena mendorong kerja sama dan komunikasi efektif antaranggota tim. “Berbeda dengan lomba seperti olimpiade. Di cerdas cermat, mereka juga belajar bekerja secara tim,” ungkapnya.
Menurutnya, LCC yang dulu dikenal sakral dan prestisius perlu dikembangkan lagi agar sejalan dengan tantangan zaman. Dindik Jatim berencana menjadikan lomba ini berjenjang dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi, dengan format yang menyesuaikan perkembangan teknologi informasi.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri LCC 2025, Suko Widodo, mengapresiasi langkah Dindik Jatim menghidupkan kembali kompetisi ini. Namun, ia menilai penting bagi siswa generasi Z untuk tidak hanya fokus pada penguasaan iptek, tetapi juga memahami konteks lokal dan budaya daerah.
“Saat ada pertanyaan tentang kelompok tani atau komunitas manusia desa, mereka kesulitan menjawab. Ini menjadi catatan penting ke depan bagi siswa maupun bapak atau ibu guru,” ujar Suko, yang juga Dosen Universitas Airlangga.
Dalam babak final, SMAN 3 Kota Blitar tampil gemilang dan berhasil meraih Juara I, diikuti SMAN 1 Pandaan sebagai Juara II, serta SMAN 2 Nganjuk di posisi ketiga. Para pemenang mendapatkan trofi, uang pembinaan, serta hadiah tambahan dari Kepala Dindik Jatim. [ipl/beq]






