Bangkalan (beritajatim.com) – Misteri kematian Ruly Yunis Setiawati (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, terus menyisakan tanda tanya.
Keluarga korban kini meminta kepolisian mengusut tuntas sosok pria bermasker yang terekam kamera pengawas (CCTV) mengemudikan kendaraan korban menuju bandara.
Pria tak dikenal tersebut menjadi perhatian keluarga karena diduga menjadi orang terakhir yang membawa mobil dinas Toyota Innova pelat merah M 1090 GP sebelum jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan rekaman CCTV menunjukkan kendaraan memasuki kawasan Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam rekaman itu, seorang pria mengenakan masker terlihat mengemudikan mobil, sementara kursi penumpang depan sebelah kiri tampak direbahkan. Posisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa korban telah meninggal sebelum kendaraan tiba di lokasi parkir bandara.
“Kami menduga ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal,” kata Risang, Kamis (26/6/2026).
Jasad RY baru ditemukan empat hari kemudian, tepatnya pada Rabu (24/6/2026), di kursi depan sebelah kiri kendaraan. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
Berdasarkan temuan tersebut, pihak keluarga menduga area parkir Bandara Juanda bukan merupakan lokasi korban meninggal dunia, melainkan hanya tempat untuk meninggalkan jasad.
“Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja, bukan lokasi utama RY meninggal,” ujarnya.
Selain keberadaan pria bermasker, keluarga juga menyoroti hilangnya sejumlah barang berharga milik korban. Menurut Risang, korban diketahui biasa mengenakan gelang emas di kedua tangan, kalung, serta cincin di tangan kanan.
Namun saat jenazah ditemukan, hanya cincin di tangan kiri dan anting di telinga kanan yang masih melekat.
“Yang tersisa cincin di kiri dan anting di telinga kanan. Sedangkan posisi kerudung rapi dan saat ditemukan tidak berseragam,” tutur Risang.
Di sisi lain, telepon seluler milik korban masih ditemukan di dalam mobil. Ponsel tersebut kini telah berhasil dibuka oleh penyidik dan sedang ditelusuri untuk mengungkap riwayat komunikasi maupun aktivitas digital korban sebelum meninggal dunia.
“Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka, insyaallah dari sana nanti ada petunjuk-petunjuk baru,” katanya.
Risang menambahkan, keluarga korban juga telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait aktivitas dan lingkungan pergaulan korban selama bekerja sebagai ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Meski hingga kini penyidik belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana, pihak keluarga menilai keberadaan pria bermasker yang mengendarai mobil berisi korban menuju Bandara Juanda merupakan fakta penting yang harus segera diungkap.
“Yang pasti ada peristiwa seseorang yang membawa jenazah RY ke bandara untuk ditinggalkan. Ada yang berusaha menutupi peristiwa dari kematian RY, itu fakta dari CCTV,” tegasnya.
Kasus kematian RY hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Keluarga berharap seluruh fakta, termasuk identitas dan peran pria bermasker yang terekam CCTV, dapat segera terungkap guna memberikan kepastian atas penyebab kematian korban. (sar/ted)






