Ringkasan Berita:
- Polisi masih menyelidiki penyebab kematian RYS, Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, yang ditemukan meninggal di dalam mobil di Bandara Juanda.
- Hasil visum menemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat benda tumpul serta indikasi gangguan pernapasan.
- Tim forensik juga menemukan seluruh organ tubuh telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
- Sejumlah sampel telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim, sementara hasil swab vagina tidak menemukan tanda-tanda kekerasan seksual.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus meninggalnya RYS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, terus dilakukan aparat kepolisian. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6/2026).
Jenazah korban telah menjalani visum di Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Sabhara Porong. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap sejumlah temuan medis yang kini menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan pemeriksaan bagian luar jenazah menemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga disebabkan oleh benturan benda tumpul.
“Hasil visum juga menemukan terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Selain itu, tim forensik juga menemukan selaput lendir bibir bagian atas dan bawah berwarna kebiruan. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan kasus yang melibatkan gangguan pernapasan atau mati lemas, meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pada pemeriksaan bagian dalam, tim forensik menemukan lidah, epiglotis, serta saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Dinding lambung juga tampak berwarna merah kehitaman.
“Seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan,” imbuh Ni Made.
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan juga menunjukkan uji Kosmalin pada otot tangan kanan berwarna merah pucat. Untuk mendukung proses penyelidikan, sejumlah sampel organ dan jaringan telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sampel yang diperiksa meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, kuku jari telunjuk kanan dan kiri, serta swab vagina.
“Dari hasil swab vagina tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual,” tegasnya.
Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian RYS. Hasil uji tersebut akan menjadi salah satu dasar penting dalam mengungkap penyebab pasti meninggalnya pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut serta menentukan langkah penyelidikan berikutnya. [isa/beq]






