Malang (beritajatim.com) – Sebanyak hampir 3.000 peserta memadati area Graha Polinema dalam perhelatan akbar Polinema International Education Expo & Open House 2026 yang digelar pada Rabu, 1 April 2026. Acara ini menjadi magnet bagi mahasiswa maupun siswa se-Malang Raya yang berambisi meraih peluang beasiswa serta karier di kancah internasional.
Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Polinema sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang unggul dalam persaingan global. Menurutnya, periode 2025-2029 merupakan fase krusial transformasi Polinema menjadi kampus berstandar internasional.
“Kami menggandeng mitra internasional untuk memperkenalkan profil dan fasilitas yang mereka miliki. Fokus utama kami adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan staf untuk mendapatkan pengalaman internasional, baik melalui program magang, pelatihan, maupun dukungan beasiswa,” ujar Ir. Supriatna saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam acara ini, Polinema secara resmi memperkuat jejaring dengan berbagai mitra mancanegara. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Beifang Automotive Technology dari Cina yang akan mendukung pengembangan riset pada program studi teknik otomotif elektronik, khususnya dalam standarisasi teknologi mobil listrik.
Selain itu, Polinema juga mempererat hubungan dengan IFI Prancis untuk memfasilitasi program joint degree dengan UPSF Prancis. Kerja sama ini mencakup pelatihan bahasa hingga akses langsung ke kampus-kampus di Eropa. Tercatat ada 15 penandatanganan dokumen kerja sama (MoU dan MoA) yang dilakukan dengan mitra dari Malaysia, Taiwan, hingga Jepang.
Kemeriahan acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Dr. (H.C.) Dahlan Iskan selaku Founder of Disway News Network yang memberikan motivasi mengenai global employability. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.I.P., turut menyatakan dukungannya terhadap sinergi akademisi dan pemerintah.
“Kami di Provinsi Jawa Timur sangat terbuka untuk kolaborasi digital. Kami tidak pernah menolak mahasiswa magang karena kami ingin membuka wawasan bahwa dunia kerja membutuhkan praktik nyata. Kami berharap penelitian dari dosen Polinema dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di OPD Jawa Timur,” ungkap Sherlita.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KUI Polinema, Hilda Cahyani, S.S., M.Pd., Ph.D., merinci bahwa acara tahun kedua ini melibatkan 30 booth pameran pendidikan dengan partisipasi dari 11 mitra internasional.Tidak hanya diperuntukkan bagi peserta yang hadir secara fisik, akses informasi juga dibuka secara daring melalui platform Zoom bagi mahasiswa di kampus PSDKU.
“Hari pertama kami fokuskan pada talkshow internasional dan simposium. Sedangkan hari kedua kami mengundang sekolah-sekolah se-Malang Raya untuk mengenal lebih dekat program kelas internasional dan joint degree kami. Kami juga menghadirkan mitra dari Intact Base Taiwan untuk memberikan sosialisasi beasiswa intensif,” kata Hilda menutup penjelasan. (dan/but)






