Banyuwangi (beritajataim.com) – Sejumlah guru sekolah swasta di Banyuwangi yang lolos seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi ini menimbulkan ketimpangan di sisi sekolah asal, karena menyebabkan kekosongan pos guru.
Otomatis guru yang lolos seleksi PPPK itu nantinya akan mengisi formasi di sekolah pemerintah atau negeri. Hal ini telah tertuang dalam Permenpan RB 28 tahun 2001 tentang pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk fungsional guru dan instansi daerah.
“Atas dasar itu, sehingga kenyataannya banyak guru dari sekolah swasta yang ikut seleksi dan mendaftar,” kata Ketua PGRI Banyuwangi Sudarman, Rabu (9/2/2022).
Kenyataan lain, kata Sudarmnan, efeknya banyak sekolah swasta yang kekurangan guru. Pihaknya berharap agar pemerintah daerah memgambil peran untuk mencari solusi mengatasi hal ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
“Kami berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD ini bijak melakukan mapping, tidak hanya urusan ini aturan karena kenyataan sekolah swasta ini lama mengabdi dan menumpang kebutuhan. Sehingga agar ada solusi win-win solution nanti teknisnya seperti apa kita tunggu saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepagawaian Daerah Banyuwangi Nafiul Huda menyebut akan melakukan pemetaan atau mapping mengenai permasalah tersebut. “Maunya yang swasta itu gurunya jangan diambil, tapi apakah guru yang bersangkutan mau untuk kembali,” katanya. [rin/but]






