Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis rombongan pemudik terjadi di tikungan Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Kamis (26/3/2026), sekitar pukul 03.40 WIB.
Mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi AG-1181-TJ bertabrakan dengan truk box Isuzu dengan nomor polisi L-8192-UP di jalur arteri yang dikenal rawan macet. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api Jatipelem yang juga merupakan pertigaan. Jalur tersebut terbagi menjadi tiga bagian: barat, tengah, dan timur.
Mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan oleh Dika (24), warga Desa Sukorejokulon Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, dari arah selatan hendak menuju ke utara.
Meskipun petugas Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) sudah memberikan peringatan untuk berhenti, kendaraan tersebut tetap melaju melalui jalur tengah dan akhirnya bertabrakan dengan truk box Isuzu yang sedang belok ke barat.
Kejadian ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat lokasi kecelakaan yang bertepatan dengan palang pintu kereta api.
Korban dalam kecelakaan ini melibatkan beberapa orang. Mobil Daihatsu Ayla yang dikendarai Dika, beserta tiga penumpang, mengalami kecelakaan. Dika, sang pengemudi, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Jombang.
Sementara itu, penumpang lainnya, Fajar (11), warga Kalidawir Tulungagung, juga mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit yang sama. Rasmini (72), seorang penumpang perempuan, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Jombang. Satu penumpang lain, Neilla (24), mengalami luka lecet.
Sementara itu, truk box Isuzu yang dikemudikan oleh Eko (34), warga Kecamatan Taman Sidoarjo, tidak mengalami luka, begitu pula dengan penumpangnya, Ramijan (45), yang tidak terluka dalam kejadian tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kecelakaan terjadi di perlintasan yang cukup ramai. Kami terus memantau kejadian ini dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Siswanto. [suf]






