Gresik (beritajatim.com)- Suasana Kebun Percobaan (Buncop) Petrokimia Gresik berubah. Ribuan warga menyerbu area pertanian tersebut menjadi tempat healing masyarakat. Sejak pagi hingga sore hari, warga berduyun-duyun datang hanya untuk menikmati sensasi memetik buah melon maupun memanen sayur-mayur yang masih segar di tempat tersebut yang dikemas dalam kegiatan Petro
Agrifood Expo (PAE) 2025.
Sulistyowati (45) warga Perum Bunder Asri Gresik mengatakan, dirinya bersama suami dan dua anaknya datang lebih awal ke Buncop Petrokimia Gresik agar tidak kehabisan.
“Saya datang lebih awal supaya memetik buah melon serta sayu-mayur seperti sawi, lombok, pare, maupun jagung manis,” katanya, Minggu (27/7/2025).
Sambil membawa dua plastik besar, Sulistyowati dibantu dua anaknya saling berebut dengan warga lainnya demi mendapatkan buah melon segar dengan harga Rp 15 ribu perkilonya.
“Buah melon di buncop berbeda dengan di pasaran. Rasanya manis dan kulitnya lebih tebal,” ujarnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Agung (50) seorang karyawan perbankan. Habis berolahraga dirinya langsung datang ke Buncop Petrokimia Gresik bersama istri berbelanja buah-buahan dan sayuran.
“Kami beserta keluarga selalu menyempatkan datang sambil healing menikmati area pertanian layaknya di dataran tinggi,” urainya.
Dirinya berharap buncop ini sebagai wahana edu wisata serta agrobis karena banyak aneka buah maupun sayur bisa tumbuh di daerah panas seperti Gresik.
“Kalau bisa jangan setahun sekali dibuka buat masyarakat umum. Pasalnya tempat ini bisa menjadi wahana ilmu pengetahuan bagi para pelajar maupun mahasiswa yang menggeluti pertanian,” paparnya.
Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyatakan dalam event PAE ini
pengunjung tidak hanya bisa berbelanja produk unggulan pertanian tapi bisa memperoleh customer experience di bidang pertanian.
“Pengunjung paling favorit mengikuti agenda petik buah melon dan aneka sayuran yang ada di buncob. Selain itu, juga berbelanja hasil pertanian unggulan dan produk olahannya di stan bazar yang disediakan. Kegiatan ini sangat jarang ditemukan di wilayah perkotaan seperti di Gresik,” urainya.
PAE diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil-hasil kegiatan riset yang telah dilakukan Petrokimia Gresik kepada masyarakat Gresik dan petani. Kegiatan riset di meliputi inovasi dan pengembangan varian jenis pupuk anorganik, organik, hayati, dan teknologi pertanian maupun sektor agribisnis.
Dalam tiga hari PAE, membuka kesempatan bagi masyarakat Gresik untuk mengenal Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Grup serta perkembangan dunia pertanian. Ada sebanyak 57 stan bazar meramaikan kegiatan ini, terdiri dari Pupuk Indonesia Group, perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis, produk unggulan dari petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, dan entitas Petrokimia Gresik Group.
“Semua negara pasti memiliki kebutuhan pangan. Teknologi semaju apapun, pangan menjadi dasar. Mudah-mudahan PAE mengedukasi masyarakat, sehingga ke depannya pertanian kita semakin maju lagi,” pungkas Daconi. adv/dny







