Surabaya (beritajatim.com) – Kios Batu Akik dan Permata milik Nuri Fansyah alias Pak Nuri (59), yang terletak di Jalan Kayoon, Surabaya hangus terbakar pada Senin pagi (5/1/2026).
Kebakaran hebat itu terjadi tanpa sepengetahuan Pak Nuri sekitar pukul 07.11 WIB. Seluruh isi kios ludes, menjadi arang dan abu pada kejadian pagi ini.
Pak Nuri mengaku terkejut saat menerima kabar bahwa kios batu akik miliknya telah terbakar dari Pak Suli, salah satu temannya, yang pertama kali membawa pesan kebakaran itu.
“Tahu kurang lebih setelah jam 07.15 WIB. Ketika itu saya dikabarin sama Pak Suli bahwa ada asap ngepul,” kata Nuri.
Menerima kabar itu, dia pun segera bergegas dari rumahnya di Jalan Gresikan menuju kiosnya yang berjarak sekitar 3 kilometer (km). Ketika tiba, Pak Nuri melihat sudah ada banyak petugas pemadam dan mobil damkar yang memadamkan api.
“Ke sini (kios) sudah hancur semua, jebol semua. Ada sekitar enam sampai tujuh mobil pemadam,” jelasnya.
Pak Nuri yang memandang gejolak api di kiosnya sudah padam karena petugas damkar lalu bergegas memunguti barang-barang yang masih tersisa selamat. Dia menyebut, imbas kebakaran tersebut ia mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
“Kurang lebih kayak gini ini ya, mungkin antara 50 jutaan,” urai Pak Nuri.
Pak Nuri mengungkapkan bahwa batu akik serta permata yang ia jual di kios adalah jenis perhiasan medium, memiliki kisaran harga tidak terlalu mahal dan tidak juga murah.
Dari insiden kebakaran ini, Pak Nuri menyimpulkan dugaan penyebab kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Sebab, kata dia, kios hanya buka hari Senin hingga Sabtu. Minggu tutup, namun menyisakan satu bohlam lampuyang dibiarkan menyala.
“Ya kelihatannya arus pendek, dari listrik juga kalau kelihatannya. Soalnya ini kan Minggu toko tutup,” tutupnya.
M. Rokhim, Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya turut membenarkan kejadiam tersebut. Ia menyampaikan, bahwa penyebabnya diduga akibat korsleting listrik, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Diduga akibat korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut,” ucap M. Rokhim. (rma/but)






