Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebakaran melanda gedung lama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro yang kini digunakan sementara oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (22/12/2024) petang.
Gedung yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 30, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro itu terbakar sekitar pukul 17.30 WIB.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, Zaenul Ma’arif, menyatakan pihaknya menerima laporan dari seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian pukul 18.05 WIB.
“Petugas langsung menuju lokasi pada pukul 18.07 WIB dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 18.11 WIB. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pukul 21.00 WIB,” ungkap Zaenul.
Penyebab dan Kerugian
Zaenul Ma’arif menambahkan, kebakaran gedung pemerintahan itu diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Gedung seluas 12 x 15 meter tersebut digunakan untuk menyimpan tumpukan arsip, kertas, meja, kursi, dan lemari, yang menjadi bahan mudah terbakar.
“Jumlah total kerugian masih dalam proses perhitungan. Perkiraan sekitar Rp750 juta,” ujar Zaenul Ma’arif.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, karena gedung dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Petugas berhasil menyelamatkan aset di sekitar lokasi, termasuk ruang kelas SMA Negeri 1 Bojonegoro dan gedung TK Perwanida.
Operasi Pemadaman
Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan. Dalam proses pemadaman dilakukan dengan dukungan 4 unit fire truck, dengan rincian 2 armada dari pos kota, 1 armada pos Temayang, dan 1 armada diri pos Sumberrejo.
“Selain itu juga 2 unit water supply dari BPBD Bojonegoro, dengan didukung anggota dari Polres Bojonegoro, Babinsa Kelurahan Kepatihan, BPBD, Satpol PP, Lurah Kepatihan, PSC Kabupaten Bojonegoro, dan Kepala Dinas Arsip Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Zaenul menyebutkan, selama proses pemadaman, tidak ditemukan kendala berarti. Selain memadamkan api, petugas juga memberikan sosialisasi kepada pegawai dan warga setempat mengenai pencegahan serta penanganan awal kebakaran.
“Kebakaran ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya korsleting listrik, terutama di gedung yang digunakan untuk penyimpanan barang-barang mudah terbakar,” pungkasnya. [lus/aje]






