Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran lahan kosong terjadi di dekat Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya Kelurahan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Selasa (12/8/2024). Kejadian tersebut membuat panik civitas akademika.
Kebakaran terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Meski tak ada aktivitas perkuliahan namun api yang menjulang tinggi membuat panik. Sehingga pihak kampus menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Ini lantaran setelah dilakukan proses pemadaman secara manual tak membuahkan hasil. Dua unit mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi kejadian. Satu unit mobil damkar disiapkan di sisi selatan dan satu unit mobil damkar di sisi utara.
Lahan kosong yang terbakar terhalang pagar di dua sisi. Sebelah utara tembok milik kampus STIT Raden Patah, sementara sebelah selatan tembok milik Perumahan Pekayon Regency. Di sisi selatan, petugas damkar harus memanjat pagar tembok perumahan untuk melakukan proses pemadaman.

Salah satu mahasiswa, Aldi Andriawan mengatakan, jika kampus mengetahui ada kebakaran di lahan kosong dekat kosong setelah ada warga yang datang memberitahu. “Karena tidak ada yang tahu, api cepat menyambar karena pengaruh faktor cuaca,” ungkapnya.
Masih kata Adi, api yang membakar ilalang dan rumput kering di lahan kosong tersebut cepat membesar dan meluas. Awalnya api membakar lahan kosong di timur dan dengan cepat membesar dan merambat ke barat sehingga menyebabkan kepanikan.
“Anginnya besar, api dari belakang ke depan. Rumput kering yang terbakar, lahan kosong. Tidak sampai ke kampus karena terhalang pagar tapi membuat kepanikan, tidak ada aktivitas perkulihan tapi ada beberapa mahasiswa yang sedang skripsi. Yang terbakar bukan milik kampus,” katanya. [tin/suf]






