Surabaya (beritajatim.com) – DPC PDIP Kota Surabaya fokus mengawal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP. Langkah ini guna memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses PPDB. Ini agar tidak ada anak-anak di Kota Pahlawan yang terhalang bersekolah karena alasan biaya.
“Pendidikan adalah jalan membangun peradaban. PPDB di Surabaya harus dikawal bersama, jangan sampai ada anak Surabaya yang punya kemauan tidak bisa sekolah karena alasan biaya,” kata Achmad Hidayat saat dihubungi, Senin (10/6/2024),
Berbagai jalur PPDB seperti zonasi, afirmasi, perpindahan tugas, dan prestasi dapat dimanfaatkan oleh warga Surabaya. Khususnya bagi mereka yang tergolong tidak mampu, jalur afirmasi memberikan jaminan pendidikan gratis dan intervensi berupa perlengkapan sekolah.
Achmad juga menyoroti komitmen kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan kota. Hal ini terbukti dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se-Jawa Timur pada 2023.
“Kepemimpinan Eri-Armuji menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Ini yang menjadikan Surabaya mencatatkan IPM tertinggi se-Jatim,” ujar dia.
Dia mengajak warga yang mengalami kesulitan dalam proses PPDB untuk memanfaatkan ruang-ruang konsultasi yang tersedia. Akses informasi yang terbuka dan mudah diakses diharapkan dapat membantu warga dalam mengurus PPDB.
Selain itu, Achmad juga mendukung penguatan penyelenggaraan pendidikan melalui pengadaan sarana-prasarana, peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar, dan keberpihakan pada warga tidak mampu.
Selain itu, dia mengingatkan bahwa berdasarkan peraturan daerah, sekolah SD dan SMP swasta juga memiliki kewajiban menyediakan pagu bagi warga Surabaya yang tidak mampu.
“Sekolah SD dan SMP swasta juga punya kewajiban menyediakan pagu bagi warga tidak mampu,” imbuhnya.
“Dengan perhatian dan pengawalan bersama, semoga PPDB di Surabaya dapat berjalan lancar dan memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Surabaya,” pungkas mantan aktivis GMNI ini. [asg/beq]






