Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan katering bagi jemaah haji Indonesia di Kota Makkah telah siap beroperasi menyusul pergeseran 12 kloter perdana dari Madinah pada Kamis, 30 April 2026.
Jemaah dijadwalkan mulai bergerak meninggalkan Madinah pukul 07.00 waktu setempat dan diprediksi tiba di wilayah Misfalah, Makkah, pada pukul 13.00 siang.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesiapan logistik ini telah melalui tahap inspeksi ketat di sejumlah dapur penyedia.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, memimpin langsung pengecekan di Dapur Ahlazat yang bertanggung jawab menyediakan konsumsi bagi jemaah di Sektor 7 Misfalah.
Dapur utama tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 6.150 porsi untuk sekali sesi penghidangan. Kekuatan sarana ini menjamin distribusi makanan hangat kepada jemaah dapat terlaksana secara konsisten sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang, dan malam.
Standar Gizi dan Uji Kualitas Harian
Aspek kesehatan jemaah melalui asupan makanan menjadi prioritas utama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pada penyelenggaraan tahun ini.
Ihsan Faisal menegaskan bahwa setiap menu yang disajikan telah melalui perhitungan presisi oleh para ahli gizi untuk memastikan kebutuhan energi jemaah dewasa terpenuhi selama menjalankan ibadah fisik.
“Jemaah Indonesia tidak perlu khawatir, makanan sudah kita siapkan setiap hari tiga kali sehari, dan menunya pun sudah disesuaikan dengan ahli gizi,” ujar Ihsan Faisal saat meninjau kesiapan dapur di Makkah.
Untuk menjamin higienitas dan cita rasa, PPIH menerapkan prosedur pengawasan berlapis. Setiap dapur penyedia diwajibkan mengirimkan sampel makanan ke kantor Daker Makkah sebelum distribusi massal dilakukan ke pemondokan jemaah. Langkah ini menjadi garis pertahanan terakhir untuk memastikan kualitas makanan tetap sempurna.
“Jadi seluruh dapur yang menyediakan makanan untuk Indonesia, setiap kali menyediakan makanannya itu ada sampel yang disampaikan ke kantor Daker,” terang Ihsan merinci prosedur pengawasan harian tersebut.
Imbauan Bagi Jemaah di Embarkasi
Mengingat layanan katering sudah terjamin secara penuh, pemerintah mengeluarkan imbauan tegas bagi jemaah yang masih berada di berbagai embarkasi di tanah air.
Jemaah diminta untuk tidak membebani koper mereka dengan beras atau bahan makanan mentah lainnya yang justru berisiko menambah berat bagasi secara tidak perlu.
Fasilitas katering tahun ini dirancang dengan konsep siap saji agar jemaah dapat langsung menikmati hidangan Nusantara tanpa harus direpotkan dengan urusan memasak di hotel.
Dengan tersedianya asupan nutrisi yang terukur, jemaah diharapkan dapat lebih fokus menjaga stamina dan kekhusyukan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama menjelang fase puncak di Armuzna nanti. [ian/MCH/but]






