Surabaya (beritajatim.com) – Kebakaran yang menewaskan seorang lansia di Bangkalan kembali menyoroti bahaya penggunaan lampu minyak sebagai sumber penerangan. Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di berbagai daerah, terutama di rumah-rumah yang belum teraliri listrik.
Terbaru, seorang perempuan lanjut usia berinisial M (75), warga Kampung Demangan, Desa/Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, tewas setelah rumahnya terbakar habis pada Sabtu (15/3). Diduga, kebakaran dipicu oleh lampu minyak yang digunakan korban untuk penerangan di malam hari.
“Dugaan sementara akibat lampu minyak atau lampu templek itu. Karena di rumah korban tidak teraliri listrik. Selain itu, rumahnya juga terbuat dari kayu,” ujar Kapolsek Kamal, Iptu Pariadi.
Korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di atas kasurnya. Diduga, ia tidak sempat menyelamatkan diri karena kondisi fisiknya yang sudah lemah.
Lampu Minyak, Pemicu Kebakaran yang Masih Diabaikan
Kebakaran akibat lampu minyak bukanlah hal baru di Indonesia. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, kebakaran rumah tangga akibat api terbuka, termasuk lampu minyak, mencapai lebih dari 1.500 kasus per tahun.
Faktor utama kebakaran akibat lampu minyak antara lain:
- Ketidakseimbangan dan Mudah Tumpah
Lampu minyak yang diletakkan di tempat tidak stabil berisiko terjatuh dan membakar bahan mudah terbakar di sekitarnya.
- Bahan Bakar yang Mudah Terbakar
Minyak tanah sebagai bahan bakar memiliki titik nyala yang rendah, sehingga sangat mudah menyulut api besar saat terkena percikan.
- Penggunaan di Rumah Berbahan Kayu
Banyak rumah di pedesaan masih terbuat dari kayu, yang mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.
- Kurangnya Pengawasan
Lansia atau anak-anak yang tinggal sendiri sering kali tidak memiliki kemampuan atau refleks cepat untuk menangani api yang mulai membesar.
Solusi untuk Mencegah Kebakaran Akibat Lampu Minyak
Untuk mencegah kasus serupa, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Penggunaan Lampu Tenaga Surya
Alternatif penerangan yang lebih aman bagi daerah tanpa akses listrik.
- Menempatkan Lampu Minyak di Area Aman
Pastikan lampu diletakkan di tempat stabil dan jauh dari bahan mudah terbakar.
- Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Sosialisasi mengenai risiko kebakaran akibat lampu minyak perlu digencarkan, terutama bagi warga yang masih menggunakannya.
- Penyediaan Listrik bagi Daerah Terpencil
Pemerintah perlu mempercepat elektrifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber penerangan berbasis api.
Kebakaran yang menimpa lansia di Bangkalan seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap bahaya lampu minyak. Langkah pencegahan yang tepat dapat menyelamatkan banyak nyawa di masa mendatang. [ian]






