Sampang (beritajatim.com) – Memasuki triwulan pertama 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang mencatat sebanyak 133 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah tersebut mengalami lonjakan dari periode sebelumnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Sampang dr. Abdullah Najich mengatakan, berdasarkan data, lonjakan tertinggi kasus DBD terjadi pada Februari kemarin.
“Meskipun kasus DBD tinggi namun hingga sampai saat ini tidak ada kematian akibat nyamuk Aedes Aegypti tersebut,” terangnya, Minggu (21/4/2024).
Guna mencegah semakin melonjaknya kasus DBD, pihaknya terus mengimbau ke setiap fasilitas kesehatan untuk melakukan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan foging ke wilayah sarang-sarang nyamuk.
Disinggung terkait wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi, Nadjih mengungkapkan, terdapat dua kecamatan. Satu di antaranya Kecamatan Sampang.
“Puskesmas Banyuanyar terdapat 27 kasus dan Puskesmas Kamoning 10 kasus. Sedangkan di Puskesmas Torjun tercatat 21 kasus, Puskesmas Banjar 12 kasus, dan Puskesmas Karangpenang 11 kasus,” ujarnya.
Sekedar diketahui, di wilayah Kabupaten Sampang, curah hujan masih sering terjadi. Sehingga menimbulkan genangan-genangan air yang harus dibersihkan. [sar/but]






