Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan padam. Untuk memastikan kesiapan petugas di lapangan, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Mojokerto memeriksa kesehatan 55 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Satbrimob Polda Jawa Timur.
Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, melalui Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, mengatakan bahwa meski api telah padam, kesiapsiagaan personel tetap menjadi perhatian. Sidokkes Polres Mojokerto memeriksa kesehatan anggota BKO Satbrimobda yang bertugas mengantisipasi potensi karhutla.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan tadi pagi di Polsek Pacet dan Polsek Trawas. Sebanyak 28 personel menjalani pemeriksaan di Polsek Pacet, sedangkan 27 personel lainnya diperiksa di Polsek Trawas. Total ada 55 personel yang menjalani pemeriksaan meliputi tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, serta pemeriksaan fisik,” ungkapnya, Sabtu (24/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan personel sekaligus memastikan kesiapan fisik mereka selama menjalankan tugas di lapangan. Selain pemeriksaan kesehatan, petugas Sidokkes juga memberikan bekal kesehatan berupa obat-obatan, multivitamin, dan masker.
“Dukungan ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi personel selama bertugas di kawasan rawan kebakaran. Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian penting untuk menunjang pelaksanaan tugas personel di lapangan. Kondisi kesehatan personel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas,” katanya.
Pemeriksaan ini terutama ditujukan bagi anggota yang terlibat dalam upaya antisipasi karhutla. Dengan pemeriksaan kesehatan dan dukungan bekal kesehatan, lanjutnya, diharapkan personel dapat menjalankan tugas secara optimal dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan masing-masing.
“Personel BKO Satbrimob Polda Jatim dijadwalkan bertugas pada 20–27 Oktober 2026. Untuk menunjang kegiatan tersebut, posko penanggulangan karhutla didirikan di depan Polsek Pacet dan di sebelah timur Polsek Trawas. Untuk saat ini, titik api telah nihil setelah hujan turun,” ujarnya.
Kapolsek menambahkan, pemantauan kawasan hutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali karhutla. Kesiapan personel dan pemantauan secara berkala diharapkan dapat mendukung penanganan cepat apabila ditemukan titik api baru.
Sebelumnya, kebakaran yang bermula dari kawasan Prigen terus merambat hingga mendekati wilayah Trawas dan Pacet di Kabupaten Mojokerto. Informasi mengenai titik api diketahui melalui sistem pemantauan Tahura Raden Soerjo. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh relawan dengan mengecek langsung lokasi untuk mengetahui perkembangan dan arah perambatan kebakaran.
Sejumlah personel BKO Satbrimob Polda Jatim pun diterjunkan untuk mendukung upaya antisipasi karhutla di wilayah Trawas, Pacet, Jatirejo, dan Gondang. Hujan yang turun di kawasan tersebut membantu memadamkan api. Setelah hujan, petugas kembali melakukan pengecekan untuk memastikan ada atau tidaknya titik api.
Hasil pemantauan menunjukkan titik api di wilayah Trawas dan Pacet sudah tidak terdeteksi. Kondisi tersebut kembali dipastikan melalui sistem pemantauan Tahura Raden Soerjo. [tin/kun]






