Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah percetakan di Jalan Kedinding Lor terbakar, Sabtu (24/10/2026) petang. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting pendingin ruangan (air conditioner/AC).
Berdasarkan laporan DPKP Kota Surabaya, informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 17.07 WIB. Hanya berselang enam menit, unit tempur dari Pos Bulak sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Menurut kesaksian Solehudin Al Ayyubi, anak dari pemilik bangunan sekaligus penanggung jawab lokasi, api bermula dari kendala kelistrikan.
“Awalnya hendak menyalakan MCB. Setelah dua kali percobaan, tiba-tiba muncul api di teras lantai dua, tepat di depan kamar. Diduga terjadi korsleting saat hendak mengalirkan listrik untuk AC,” jelas Solehudin.
Dari data yang dikeluarkan DPKP Surabaya, area yang terbakar mencapai 229 [satuan luas perlu dikonfirmasi]. Api yang hampir melalap seluruh bangunan membuat tim DPKP Kota Surabaya menerjunkan kekuatan penuh. Total ada 16 armada yang dikerahkan, terdiri atas 11 unit tempur dari berbagai rayon dan pos (Bulak, Tambakrejo, Pegirian, Pasar Turi, Rungkut, Mulyorejo, Menur, Sukolilo, dan Grudo), serta lima unit Tim Rescue.
“Untuk mempercepat pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari Sungai Kalitebu yang berada tak jauh dari lokasi. Berkat kerja cepat tim, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 18.04 WIB. Proses pembasahan dan pengamanan lokasi dinyatakan kondusif sepenuhnya pada pukul 18.47 WIB,” kata Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Surabaya Utara ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar. Selain melahap habis bangunan percetakan beserta isinya, api juga menyambar dua unit sepeda motor yang diparkir di lokasi, yakni Yamaha Jupiter Z (nomor polisi L 3210 WK) dan Honda Vario (nomor polisi L 2239 QT) yang terbakar sebagian.
Penanganan insiden ini juga melibatkan sinergi lintas instansi. Selain DPKP, petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Satpol PP, Dishub, kepolisian, TGC Kedung Cowek, hingga pihak PLN turut bersiaga mengamankan arus lalu lintas dan memutus aliran listrik guna mencegah bahaya lanjutan. (ang/kun)






