Lamongan (beritajatim.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sarana serta prasarana lembaga pendidikan keagamaan.
Salah satunya melalui penyaluran bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli untuk pembangunan gedung serbaguna dan perpustakaan Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Branch Manager BRI Lamongan, Edy Hariyadi, mengatakan bantuan melalui program TJSL BRI Peduli merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata BRI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
“Melalui program TJSL BRI Peduli, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Kami berharap bantuan pembangunan gedung serbaguna dan perpustakaan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri, tenaga pendidik, serta seluruh keluarga besar pondok pesantren,” kata Edy Hariyadi, Sabtu (24/10/2026).
Edy menjelaskan, BRI sebagai salah satu perusahaan perbankan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis dan peningkatan pelayanan kepada nasabah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Melalui berbagai program BRI Peduli, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk di sektor pendidikan, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan fasilitas umum.
“Pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing. Karena itu, BRI terus berupaya mendukung tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih optimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Edy mengatakan dukungan terhadap pembangunan fasilitas pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai keagamaan, dan keterampilan para santri.
Dengan adanya pembangunan gedung serbaguna, diharapkan berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan santri, pertemuan, pelatihan, hingga aktivitas sosial dan keagamaan dapat dilaksanakan dengan lebih representatif.
Sementara itu, pembangunan perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan ruang literasi yang nyaman sekaligus memperluas akses para santri terhadap berbagai sumber ilmu pengetahuan dan bahan bacaan yang mendukung proses pembelajaran.
“Kami meyakini bahwa investasi dalam bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Kehadiran fasilitas yang lebih baik di lingkungan pesantren diharapkan mampu mendorong semangat belajar, meningkatkan budaya literasi, serta mengembangkan potensi para santri secara maksimal,” harapnya.
Edy juga menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“BRI Lamongan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata. Kami berharap bantuan ini tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (fak/kun)






