Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto memperketat pengamanan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pacet dan Trawas. Sebanyak 55 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Satbrimob Polda Jatim disiagakan di dua posko untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Sebelumnya, kebakaran vegetasi terjadi di kawasan Gunung Welirang, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Dua posko penanggulangan karhutla tersebut berada di depan Polsek Pacet dan di sebelah timur Polsek Trawas. Posko tersebut mulai beroperasi pada Rabu (21/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026) pekan depan.
Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, mengatakan pengerahan personel Brimob merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kebakaran susulan di tengah kondisi cuaca kering dan potensi angin kencang. Kawasan Trawas dan Pacet dinilai memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.
“Terutama imbas kebakaran vegetasi di Gunung Welirang, kawasan Raden Soerjo. Kami tidak boleh lengah meskipun titik api di Tahura Raden Soerjo saat ini sudah padam. Potensi kebakaran susulan akibat cuaca dan angin kencang masih tinggi. Ini alasan kami menyiagakan personel Brimob,” ungkapnya, Sabtu (24/10/2026).
Dari total 55 personel yang dikerahkan, sebanyak 28 personel ditempatkan di Posko Pacet dan 27 personel lainnya bersiaga di Posko Trawas. Keberadaan personel Brimob di dua titik tersebut diharapkan memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat respons apabila ditemukan titik api baru.
Evaluasi penugasan juga dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi medan di lapangan. Selain menyiagakan personel di posko, Polres Mojokerto juga meningkatkan patroli gabungan untuk memantau kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran.
Personel Polsek Trawas bersama anggota BKO Brimob rutin menyisir jalur pendakian melalui kawasan Jolotundo. Sementara itu, Polsek Pacet memfokuskan pemantauan di kawasan Gunung Pundak, Dusun Claket, yang menjadi salah satu jalur alternatif menuju lereng Gunung Welirang.
Polres Mojokerto juga menyiapkan perlengkapan pemadaman darurat yang dapat segera dimobilisasi ketika terjadi kebakaran. Kesiapan tersebut diperlukan untuk mendukung penanganan api, terutama di kawasan hutan dengan medan terjal dan sulit dijangkau kendaraan.
AKBP Erik mengimbau para pendaki, wisatawan, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng gunung agar meningkatkan kewaspadaan serta ikut menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api perapian benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membakar sampah di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran, mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api di kawasan hutan dan lahan. [tin/kun]






