Blitar (beritajatim.com) – Kemenangan PSBI Blitar atas Perseta Tulungagung sempat diwarnai hujan botol di akhir pertandingan.
Kejadian tersebut dipicu oleh aksi Kapten Perseta Tulungagung yang mengacungkan jari tengah ke penonton.
Meski begitu Wakil Ketua Panpel, Prianto Akbar memastikan setelah pertandingan PSBI Blitar menghadapi Perseta Tulungagung berlangsung Rabu 6 Desember 2023 sore kemarin, tidak ada kericuhan yang terjadi baik di dalam maupun di luar stadion.
Hanya saja sesaat sebelum peluit panjang dibunyikan, sempat terjadi hujan botol dari penonton ke dalam lapangan.
“Kejadian ini bermula ketika Kapten Perseta Tulungagung diusir wasit 3 menit sebelum pertandingan usai,” kata Wakil Ketua Panpel, Prianto Akbar, Kamis (07/12/23).
Usai diusir oleh Wasit, Kapten Perseta Tulungagung yang menuju lorong stadion menunjukkan gestur jari tengah ke arah penonton. Praktis hal ini memicu kemarahan supporter PSBI Blitar yang tengah merayakan kemenangan.
“Lempar botol merupakan aksi yang sering terjadi karena ketidakpuasan penonton maupun hal lain,” imbuhnya.
Baca Juga: PSBI Blitar Yakin Kalahkan Perseta Tulungagung
Panpel pertandingan menegaskan tidak ada kericuhan maupun kerusuhan. Seluruh pemain baik dari tuan rumah maupun Perseta Tulungagung meninggalkan Stadion Gelora Penataran dengan aman tanpa gangguan.
“Secara umum tidak ada kericuhan pada pertandingan kemarin,” tutupnya.
Untuk diketahui, PSBI Blitar menang tipis 1-0 atas Perseta Tulungagung dalam pembukaan Liga 3 Grup I Zona Regional Jawa Timur.
Dalam laga ini, Kapten Perseta Tulungagung diusir wasit usai menerima kartu merah, beberapa menit sebelum peluit panjang dibunyikan. Dengan hasil ini, PSBI Blitar berhak atas 3 poin. (owi/ted)






