Jombang (beritajatim.com) – Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menjadi narasumber dalam kegiatan penguatan karakter bagi 500 siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang, Selasa (3/3/3036).
Kegiatan yang diadakan di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Kecamatan Peterongan, ini dihadiri pula oleh Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum KH. Cholil Dahlan dan pejabat terkait lainnya.
Dalam arahannya, AKBP Ardi mengajak para pelajar untuk mempersiapkan diri menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Apakah adik-adik siap? Yang menentukan keberhasilan Indonesia Emas adalah adik-adik semua yang hari ini berada di depan saya. Apabila memiliki disiplin yang baik, akhlak yang baik, dan prestasi, maka Indonesia Emas 2045 bisa terwujud karena kalianlah yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.
Kapolres juga menyoroti pentingnya disiplin dan pengelolaan diri yang baik, mengingat generasi Z, yang sebagian besar sudah sangat akrab dengan teknologi, memiliki tantangan tersendiri. Dampak negatif teknologi, seperti praktik judi online, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba, bisa merusak masa depan jika tidak dimanfaatkan dengan bijak.
Mengutip pepatah, ia mengatakan, “Jika ingin mengubah dunia, mulailah dengan merapikan tempat tidur.” Hal ini bermakna bahwa perubahan besar harus dimulai dengan langkah kecil, seperti membiasakan diri untuk disiplin, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjaga pergaulan.
Selain itu, Kapolres juga menyinggung perihal kenakalan remaja yang marak di wilayah Kabupaten Jombang, seperti geng motor, balap liar, dan patroli motor tanpa tujuan jelas.
Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain, serta harus dihindari. Sebagai solusi, Polres Jombang akan memfasilitasi latihan drag race resmi yang direncanakan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri, untuk menyalurkan minat otomotif para remaja secara positif.
Dalam sesi tanya jawab, seorang siswa mengajukan pertanyaan terkait cara melaporkan aksi balap liar tanpa takut identitasnya terungkap. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Ardi Kurniawan menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan “WA Lapor Pak Kapolres” dan nomor layanan 110 untuk melapor secara anonim. “Kami menjamin respons cepat, maksimal 10 menit anggota sudah tiba di lokasi,” tegasnya.
Sementara itu, KH. Cholil Dahlan menekankan pentingnya pembentukan karakter dari dalam diri sendiri. Dalam pandangan pondok pesantren, pembentukan karakter bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga tentang sikap dan perilaku sehari-hari.
“Karakter itu terbentuk karena diri sendiri. Di pesantren, yang utama bukan hanya apa yang diucapkan, tetapi bagaimana sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. [suf]






