Jombang (beritajatim.com) – Senyum ceria tak bisa disembunyikan dari wajah Irul (11) dan Rizki (12) ketika mereka menerima bingkisan dari Baznas yang berisi peralatan sekolah, tas hitam bertuliskan Baznas, dan uang saku.
Keduanya adalah murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Thoyib Hidayat Pojok Puton, Kecamatan Diwek. Bagi mereka, bingkisan ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga simbol perhatian dan kasih sayang di bulan Ramadan.
Irul dan Rizki adalah dua dari 1000 anak yatim yang hadir di Masjid Baitul Mukminin Jombang pada Selasa, 3 Maret 2026. Mereka bersama 18 anak yatim lainnya berangkat sejak pagi untuk mengikuti acara yang akan membawa kebahagiaan di hari penuh berkah ini.
“Kami dari Lazisnu Kecamatan Diwek mengirim 20 anak yatim/piatu. Kami berangkat sejak pagi. Bukan hanya kami, tapi lembaga zakat lainnya juga mengirim anak yatim,” ujar Rendika Dian Anggara, Sekretaris Lazisnu MWC-NU Kecamatan Diwek, yang mendampingi mereka.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Jombang ini melibatkan berbagai lembaga zakat, infaq, dan sedekah di Jombang. Tidak hanya para pengurus Baznas, tetapi juga AFCO Group turut berpartisipasi dalam mendukung acara tersebut.
Ketua Baznas Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdian, menjelaskan bahwa sebanyak seribu anak yatim di Jombang menerima santunan berupa tas, alat tulis, dan uang saku, yang diharapkan bisa meningkatkan semangat belajar mereka.
“Semoga ini menjadi berkah dan barokah, serta dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung semangat belajar adik-adik semua,” ujar Veri dalam sambutannya.

Selain memberikan santunan, acara tersebut juga menandai dimulainya Gerakan Jombang Berinfaq yang diresmikan oleh Bupati Warsubi. Di hadapan hadirin dan undangan, Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin memasukkan infaq ke kotak koin, diikuti oleh jajaran Forkopimda.
Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial di Jombang dengan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama anak yatim dan dhuafa.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, KH. Ali Maschan Moesa, juga turut hadir dan menyampaikan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan di 17 kabupaten/kota lainnya. “Setiap kabupaten memberikan santunan kepada seribu anak yatim/piatu. Ini adalah momentum di bulan Ramadan yang penuh berkah untuk memperkuat ajaran Nabi Muhammad SAW tentang sedekah,” ujar Ali Maschan.
Bupati Warsubi juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan berharap gerakan Jombang Berinfaq dapat terus berkembang. “Terima kasih kepada Baznas Provinsi Jawa Timur, AFCO Group, Baznas Kabupaten Jombang, dan seluruh lembaga amil zakat yang telah berkolaborasi. Dengan dukungan dan kerjasama ini, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Bupati Warsubi.

Gerakan Jombang Berinfaq ini bukan hanya sekadar ajakan berbagi, tetapi juga merupakan upaya untuk menguatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bupati Warsubi berharap gerakan ini dapat membawa manfaat besar bagi kesejahteraan umat di Jombang.
“Menyelematkan persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kita semua. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama demi kemaslahan umat,” tambahnya.
Gerakan ini juga diharapkan dapat terus digaungkan dan dioptimalkan untuk mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera. “Semoga gerakan ini bisa terus digaungkan dan memberikan manfaat yang nyata untuk Jombang, dengan pengelolaan yang akuntabel dan aman, serta tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Bupati Warsubi. [suf]






