Surabaya (beritajatim.com) – Hari Maulid Nabi merupakan hari raya besar bagi umat Islam. Tahun ini, Maulid Nabi akan jatuh pada Sabtu, 8 Oktober 2022.
Hal ini berdasarkan hitungan kalender hijriyah umat Islam. Dimana 1 Rabiul Awal jatuh pada tanggal 27 September 2022.
Nah, apakah pada hari besar itu, akan ada hari Libur Nasional? Berdasarkan SKB 3 Menteri pada peringatan Maulid Nabi, yang bertepatan pada 8 September merupakan hari libur Nasional. Meski diperingati pada tanggal tersebut, Malam 12 Rabiul Awal sendiri telah jatuh di malam 7 September.
Makna Maulid Nabi dan Kebiasaan yang Dilakukan di Hari Tersebut
Peringatan Maulid Nabi sendiri baru ada setelah beliau wafat. Hal itu merupakan bentuk penghormatan Umat Islam atas kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad.
Dalam acara tersebut, sering kali umat Muslim memperingatinya dengan perayaan kebudayaan atau ritual keagamaan. Seperti membaca sholawat bersama di masjid pada malam Maulid Nabi disertai dengan mendengarkan sejarah keagungan Nabi Muhammad atau teladannya dari ustadz atau penceramah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Meski telah banyak dilaksanakan oleh umat Islam, perayaan Maulid Nabi sendiri masih menuai kontroversi. Ada sebagian yang menilai bahwa merayakannya adalah bentuk bid’ah, sebab hal itu tidak pernah dilakukan semasa Nabi Muhammad Hidup.
Nah, terkait hal itu, seniman Muhammad Ainun Najib atau biasa dikenal dengan sebutan Cak Nun pernah menuturkan, bahwa Peringatan Maulid Nabi seperti halnya peringatan Haul seorang tokoh ulama. Hal itu dilaksanakan ketika sang tokoh telah wafat, karena tidak mungkin tokoh tersebut memperingati dirinya sendiri.
Meski makna ‘Maulid’ adalah kelahiran, peringatan Maulid Nabi sendiri bukan semata untuk memperingati kelahiran beliau. Namun justru untuk menambah semangat dan cinta umat Islam kepada utusan, Allah Muhammad. Itulah semangat yang diusung oleh umat Islam dalam merayakan hari Maulid Nabi.
Amalan-amalan yang umum dilakukan pada hari Maulid Nabi ialah bershalawat menyebut nama Nabi Muhammad sebagai tanda hormat kita. (Jhn/nap)






