Sumenep (beritajatim.com) – Kecelakaan laut terjadi di sekitar Perairan Pulau Giliyang Kabupaten Sumenep. Kapal Sampurna yang memuat kayu, terbalik dan tenggelam. Beruntung enam anak buah kapal (ABK) ditemukan dalam kondisi selamat.
Enam ABK itu masing-masing bernama Moh. Sa’ie (55), nahkoda, kemudian Hosen (53), Ali Wafa (45), Askuryadi (46), Johari (25), dan Adnan (60). Semuanya warga Pasean, Pamekasan. Enam ABK itu sempat dilaporkan hilang selama tiga hari.
“Keenam ABK itu menyelamatkan diri menggunakan kayu seadanya dan galon diikat hingga membentuk seperti rakit. Selama tiga hari, enam ABK itu terombang-ambing di laut menunggu pertolongan,” kata Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (28/03/2035).
Kapal tersebut berangkat dari Kalimantan Tengah memuat kayu gellam 220 meter kubik, pesanan warga Waru-Pamekasan. Kapal sedianya menuju Pelabuhan Kalianget Sumenep.
Namun setiba di Perairan Pulau Giliyang, mesin pompa air di kapal macet hingga 7 kali. Akibat kerusakan mesin pompa air itu, air dengan cepat masuk ke kapal dan menyebabkan kapal tenggelam dan terbalik.
Enam ABK berusaha menyelamatkan diri menggunakan kayu seadanya dan galon yang diikat, berfungsi sebagai pelampung. Mereka bertahan terombang-ambing di laut selama dua hari dua malam. Mereka terseret arus hingga tiba di Perairan Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
Beruntung ada kapal nelayan setempat yang melintas di lokasi dan melihat ada 6 orang mengibarkan bendera tanda darurat dan minta pertolongan.
Nelayan yang melintas itu bernama Jupri. Ia akan mencari ikan bersama beberapa nelayan lain. Namun karena melihat ada orang mengibarkan bendera minta pertolongan, Jupri mendekatkan perahunya dan mendapati 6 ABK itu tengah terombang-ambing di laut.
“6 ABK yang ditemukan itupun langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dibantu nelayan setempat. Awalnya Tim SAR ini akan melakukan penyisiran laut karena mendapat laporan ada nelayan hilang. Tapi karena nelayan hilang itu ditemukan, Tim SAR pun mengevakuasi korban ke daratan,” papar Widiarti.
Keenam ABK yang selamat itu dibawa ke Puskesmas Arjasa untuk mengetahui kondisi mereka. Ternyata mereka dinyatakan sehat secara fisik, namun mengalami trauma psikologis akibat kecelakaan laut itu.
“Mereka kemudian dibawa ke rumah salah satu warga, sambil menunggu dijemput KN SAR Permadi untuk dibawa ke Pelabuhan Kalianget,” terang Widiarti. (tem/kun)






