Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) berunjukrasa ke Pemkab setempat, mengingatkan sejumlah hal yang dianggap masih menjadi ‘PR’ pemerintah. Unjuk rasa tersebut digelar menjelang Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep pada 31 Oktober 2021.
“Usia Sumenep sudah cukup tua. Tapi masih terjadi disparitas pembangunan antara kepulauan dan daratan,” kata Korlap Aksi, Maksudi, Jumat (29/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo”]
Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) di Sumenep juga masih rendah. Untuk Jawa Timur, IPM Sumenep berada di urutan 32 dari 38 kabupaten/kota. Selain itu, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep masih tinggi, yakni 19,48%. “Gembar-gembor pembangunan di Sumenep ternyata tidak berdampak signifikan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Karena itu, FKMS meminta agar Pemkab Sumenep berbenah di hari ulang tahunnya, dan melakukan evaluasi agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat.
“Sumenep ini punya kandungan alam yang melimpah. Karena itu, perencanaan dan pembangunan harus pro terhadap lingkungan. Alam Sumenep harus diselamatkan dari tangan-tangan yang sengaja merusak,” tegasnya. (tem/kun)






