Bojonegoro (beritajatim.com) – Kantor Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, ludes terbakar pada Rabu dini hari (19/3/2025). Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, mengakibatkan kerugian material mencapai Rp100 juta.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah anak yang sedang membangunkan sahur. Mereka melihat kobaran api di kantor desa dan langsung berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang berdatangan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro menerima laporan kebakaran pada pukul 02.45 WIB dan segera mengerahkan tiga unit armada dari Pos Padangan dan Pos Kota. Tim pemadam tiba di lokasi pukul 03.05 WIB dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 04.15 WIB.
“Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh bangunan kantor desa beserta dokumen penting dan peralatan kantor hangus terbakar,” ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim.
Kapolsek Malo, Iptu Sri Budi Prihatin, menyatakan bahwa kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, tetapi indikasi awal mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab utama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Ketileng, Suwito, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memulihkan fungsi kantor desa. “Kami berharap ada bantuan untuk pembangunan kembali kantor desa agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya. [lus/beq]






