Mojokerto (beritajatim.com) – Kanker menjadi salah satu pembunuh utama di Indonesia, dengan sekitar 300 orang meninggal setiap harinya yang mayoritas adalah perempuan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika puspitasari saat Edukasi Pencegahan Kanker Bagi Perempuan.
Edukasi Pencegahan Kanker Bagi Perempuan digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Kartini. Edukasi yang digelar di Pendopo Sabha Mandala Tama Pemkot Mojokerto, Senin (21/4/2025) tersebut fokus pada kanker serviks dan kanker payudara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat dalam mencegah kanker. Karena sebagai perempuan memiliki tanggung jawab yang luar biasa.
“Kita sebagai perempuan memiliki tanggung jawab yang luar biasa, sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai perempuan yang berkarir di luar rumah. Maka kita harus sehat agar bisa menjalankan semua peran itu dengan maksimal. Kanker menjadi salah satu pembunuh utama di Indonesia,” ungkapnya.
Dengan sekitar 300 orang meninggal setiap harinya, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), mayoritas adalah perempuan. Kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan teratas penyebab kematian perempuan akibat kanker. Menurutnya, kanker adalah penyakit yang bisa dicegah dengan melakukan berbagai upaya.
“Mulai dari deteksi dini hingga menjaga pola hidup sehat. Yang paling mengenal tubuh kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Dokter mungkin bisa mengobati, tetapi proses kesembuhan tetap bergantung pada diri kita sendiri, terutama pada Bagaimana hati kita menghadirkan siapa yang layak kita mintai kesembuhan,” tambahnya.
Dengan semangat Hari Kartini, Pemkot Mojokerto berharap seluruh perempuan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan mampu menjadi agen perubahan dalam keluarganya masing-masing. Hari Kartini bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat perjuangan RA Kartini yang terus relevan hingga hari ini.
“Momentum Hari Kartini memberikan kita semangat untuk mengenang perjuangan pahlawan emansipasi perempuan. Kini, kita bersyukur karena perempuan Indonesia telah mendapatkan kesempatan yang sama di berbagai bidang, berkat perjuangan Kartini di masa lalu,” katanya.
Meneladani RA Kartini tidak hanya dalam hal semangat belajar, tetapi juga dalam menjaga kesehatan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap peran ganda yang diemban oleh perempuan masa kini. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini mengucapkan Selamat Hari Kartini.
“Selamat Hari Kartini. Semoga di bidang apa pun kita sedang berkiprah, kita memiliki semangat kuat seperti RA Kartini yang berjuang tanpa mengenal lelah demi kesetaraan dan kemajuan kaum perempuan,” pungkas.
Selain memberikan motivasi untuk mencegah kanker sejak dini, Ning Ita juga meninjau kegiatan pemeriksaan kanker serviks dan payudara yang berlangsung Puskesmas Wates dan Gedongan. Selama sepekan ke depan Dinkes PPKB Kota Mojokerto menargetkan pemeriksaan dini kanker serviks dan payudara bagi 270 wanita usia subur di Kota Mojokerto. [tin/ian]






