Probolinggo (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda peternakan ayam pedaging di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Selasa (19/5/2026). Dua petak kandang ayam hangus dilalap api, sementara sekitar 21 ribu ekor ayam mati terpanggang akibat tidak sempat dievakuasi.
Kobaran api muncul begitu cepat dan melalap seluruh isi kandang dalam waktu kurang dari satu jam. Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari kejauhan dan membuat warga sekitar panik.
Diduga, api berasal dari korsleting listrik di bagian selatan kandang yang kemudian menyambar alat pemanas berbahan bakar LPG ukuran tiga kilogram. Percikan api memicu ledakan kecil dari alat pemanas hingga kobaran cepat membesar.
Material mudah terbakar di dalam kandang seperti sekam, kayu, dan instalasi plastik membuat api sulit dikendalikan. Sejumlah warga sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun api sudah telanjur mengepung area kandang sehingga ribuan ayam tidak bisa diselamatkan.
Sekretaris Desa Kedungdalem, Lukman Hadi, mengatakan api pertama kali terlihat dari sisi selatan sebelum merembet dan menghanguskan dua petak kandang. “Api dari selatan, dua petak hangus, satunya masih selamat, nggak sampai merembet,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke kandang lain maupun permukiman warga. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena bara api terus muncul dari tumpukan sekam di dalam kandang.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, menyebut proses pendinginan membutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp280 juta, meliputi bangunan kandang, peralatan peternakan, serta puluhan ribu ayam pedaging yang baru ditebar. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (rap/kun)






