Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan demi meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas utama. Langkah taktis ini diwujudkan melalui intervensi pasar secara langsung agar rantai pasok kebutuhan dasar dapat dijangkau warga berpenghasilan rendah secara merata.
Ratusan warga tampak antusias mengantre demi mendapatkan berbagai komoditas dapur harian dengan selisih harga yang cukup signifikan dibanding toko ritel modern. Kehadiran jajaran pimpinan daerah di lokasi acara juga menegaskan komitmen kuat dalam mengawal program jaring pengaman sosial berbasis pangan ini.
“Pasar murah ini merupakan yang ke-81 dan akan terus bergerak sesuai arahan Ibu Gubernur. Salah satu tujuannya adalah menjaga stabilisasi harga yang kami sesuaikan dengan perkembangan inflasi setiap bulan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan. Kegiatan padat mufakat tersebut resmi diselenggarakan di Balai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Skema distribusi logistik sengaja diubah agar manfaat subsidi biaya angkut dari pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok. Komoditas pokok seperti beras, telur ayam, bawang merah, tepung terigu, hingga minyak goreng disediakan dalam jumlah melimpah guna menghindari kelangkaan.
Otoritas perdagangan regional memperluas jejaring kemitraan dengan melibatkan badan usaha milik negara demi mengamankan cadangan pangan dalam jangka panjang. Keterlibatan para pelaku usaha mikro lokal dalam stan pameran juga menjadi stimulus tambahan bagi perputaran roda ekonomi di tingkat desa.
“Dalam rangka mendekatkan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat, yang biasanya penyelenggaraan pasar murah dilakukan di alun-alun, sekarang kami laksanakan hingga tingkat desa. Kami berkolaborasi dengan UMKM, selain itu juga bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga daya beli masyarakat,” tambah Iwan memaparkan perluasan jangkauan program tersebut.
Kolaborasi strategis ini diklaim mampu meredam spekulasi harga yang sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal saat momentum hari besar.
Para ibu rumah tangga mengaku sangat bersyukur atas kehadiran program pemenuhan pangan murah yang menyasar langsung wilayah tempat tinggal mereka. Penghematan anggaran belanja harian dari hasil selisih harga tersebut dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga lainnya.
“Alhamdulillah senang, harganya lebih murah dari harga pasar, selisihnya sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000. Lumayan untuk menghemat pengeluaran,” tutur salah seorang warga Desa Bulukandang, Sri.
Melalui kesuksesan agenda ke-81 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis laju inflasi daerah dapat terus ditekan ke angka terendah demi mewujudkan ketahanan pangan semesta. (ada/but)






