Surabaya (beritajatim.com) – Pernah melihat gumpalan kecil berwarna cokelat atau abu-abu merayap di tembok atau bersembunyi di lemari? Itu bukan debu biasa, melainkan kamitetep, serangga yang dalam istilah ilmiah disebut Phereoeca uterella. Bentuknya unik karena selalu membawa “kantong” kecil dari debu, serat kain, dan pasir yang berfungsi sebagai kepompong sekaligus pelindung tubuhnya.
Meski terlihat sepele, kehadiran kamitetep bisa mengganggu kenyamanan rumah. Serangga ini memakan jaring laba-laba, rambut, hingga wol. Bahkan, bulu halus yang mereka tinggalkan bisa menimbulkan rasa gatal, perih, hingga bentol pada kulit manusia yang terkena.
Penyebab Kamitetep Mudah Ditemukan di Rumah:
1. Menumpuknya debu dan serpihan kain
Kamitetep menjadikan debu, rambut, serpihan kain, hingga kulit mati manusia sebagai sumber makanan utama. Karena itulah, rumah yang jarang dibersihkan dan penuh debu akan menjadi tempat ideal untuk mereka berkembang biak. Semakin banyak debu yang menumpuk, semakin besar pula peluang serangga ini untuk bertahan hidup dan membuat sarang baru.
2. Ruangan lembap dan minim sirkulasi udara
Lingkungan yang lembap adalah habitat favorit bagi banyak jenis serangga, termasuk kamitetep. Area seperti kamar mandi, gudang, dan kolong lemari biasanya lebih lembap dibanding ruang lainnya. Kondisi ini membuat kamitetep betah dan sulit pergi, apalagi jika sirkulasi udara di rumah kurang baik.
3. Bahan organik di sekitar rumah
Furnitur berbahan kain, karpet, atau pakaian yang jarang dipakai juga bisa menjadi tempat bersarang kamitetep. Mereka tidak hanya menjadikannya sebagai tempat persembunyian, tetapi juga sebagai sumber makanan. Pakaian yang lama tidak dicuci atau dijemur, misalnya, bisa menjadi sarang baru yang nyaman bagi serangga ini.
4. Kurangnya kebersihan rutin
Sudut rumah yang jarang dijangkau saat membersihkan, seperti bawah kasur, celah lemari, atau pojok ruangan sering kali menjadi lokasi tersembunyi bagi kamitetep. Jika dibiarkan, tempat-tempat ini bisa berubah menjadi pusat perkembangbiakan mereka.
3. Jaring laba-laba sebagai sumber makanan
Kamitetep sangat menyukai jaring laba-laba. Serat sutra dari jaring tersebut bukan hanya makanan bergizi bagi mereka, tapi juga bisa digunakan untuk memperkuat kepompong. Tak heran, serangga ini sering ditemukan merayap di tembok menuju atap, karena di situlah biasanya terdapat banyak jaring laba-laba.
4. Rambut rontok di lantai
Rambut manusia yang rontok tidak hanya dianggap sampah, tapi juga makanan sekaligus bahan pembuat kepompong bagi kamitetep. Jika rumah sering dipenuhi rambut rontok—misalnya di kamar tidur atau kamar mandi—maka serangga ini akan lebih mudah bertahan hidup.
Cara Membasmi Kamitetep di Rumah:
1. Rutin membersihkan rumah
Penyedot debu atau vacuum cleaner bisa menjadi senjata ampuh melawan kamitetep. Fokuskan pembersihan di sudut ruangan, bawah kasur, kolong lemari, serta area yang sulit dijangkau. Menyapu dan mengepel saja tidak cukup, karena kamitetep sering bersembunyi di celah kecil yang hanya bisa dijangkau dengan vacuum.
2. Meningkatkan sirkulasi udara
Ruangan yang lembap membuat kamitetep merasa nyaman. Membuka jendela secara rutin dapat membantu menjaga sirkulasi udara tetap baik. Jika ruangan tetap terasa lembap, gunakan dehumidifier atau kamper untuk menyerap kelembapan. Dengan begitu, lingkungan rumah menjadi tidak ideal lagi bagi kamitetep.
3. Rajin mencuci pakaian yang jarang dipakai
Pakaian yang terlalu lama disimpan dalam lemari bisa menjadi sarang serangga ini. Untuk mencegahnya, pastikan pakaian yang jarang dipakai tetap dicuci dan dijemur secara berkala. Panas matahari akan membantu membunuh larva maupun telur serangga yang mungkin menempel pada kain.
4. Menggunakan kamper atau pengharum anti serangga
Kamper dikenal efektif untuk mengusir serangga kecil karena aromanya yang menyengat tidak disukai kamitetep. Meletakkan kamper di lemari, laci, atau area rawan akan membantu mencegah mereka bersarang. Pilihan lain adalah pengharum anti serangga yang lebih ramah digunakan di ruangan terbuka.
5. Membuang kamitetep yang terlihat
Jika menemukan kamitetep di dinding atau lantai, segera buang dengan sapu atau tisu. Jangan biarkan mereka berkeliaran karena dapat berkembang biak dengan cepat. Langkah kecil ini bisa membantu mencegah jumlahnya semakin banyak.
6. Menggunakan insektisida atau minyak neem
Jika serangan kamitetep sudah terlalu banyak, penggunaan insektisida bisa menjadi solusi cepat. Namun, penyemprotan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan penghuni rumah. Bagi yang ingin lebih alami, minyak neem bisa menjadi pilihan.
Minyak ini bekerja dengan mengganggu sistem pencernaan larva, sehingga mereka tidak bisa tumbuh dewasa. Aplikasikan secara rutin di area rawan, terutama saat musim panas ketika aktivitas kamitetep meningkat.
Kamitetep mungkin bukan serangga yang berbahaya seperti nyamuk atau kecoa, namun keberadaannya bisa membuat rumah terlihat kotor dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan menjaga kebersihan, mengurangi kelembapan, serta merawat perabotan secara rutin, serangga ini dapat dicegah agar tidak betah tinggal di rumah. (mnd/but)






