Hongkong (beritajatim.com) – Seharusnya Liverpool FC mengalahkan AC Milan malam ini. Sebab, laga yang dimainkan di Kai Tak Sports Park, Hongkong, itu juga disertai beberapa tribut untuk mendiang Diogo Jota. Mulai dari karangan bunga, pemakaian patch khusus di jersey, hingga koreo dari suporter di menit ke-20. Tetapi, alih-alih menang, LFC malah keok 2-4.
Di 45 menit pertama, skor berimbang 1-1. ACM unggul lebih dulu via Rafel Leao di menit kesepuluh. 16 menit kemudian, Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan.
Tactician LFC Arne Slot memainkan gelandang serang anyar Florian Wirtz sebagai false nine di skema 4-3-3. Dia disokong Mohamed Salah dan Rio Ngumoha sebagai wide attacker.
Sedangkan ACM mengusung formasi 3-5-2. Leao didampingi Ruben Loftus-Cheek sebagai penggedor. Strategi yang tidak biasa mengingat Christian Pulisic yang berposisi lebih ke depan daripada Loftus-Cheek malah ada di lini kedua. Tetapi, strategi tersebut terbukti jitu.
Loftus-Cheek mencetak gol kedua ACM pada menit ke-52. Masuknya Noah Okafor menggantikan Pulisic pada babak kedua juga tepat. Striker Swiss itu mencetak brace di menit ke-59 dan 90+4′. Satu gol hiburan LFC disumbang Cody Gakpo (90+3′).
Bagi ACM, kemenangan ini jadi yang kedua dari tiga laga pramusim mereka. Bahkan, sebenarnya ketika kalah 0-1 dari Arsenal di Singapura (24/6), ACM tak sepenuhnya kalah karena mereka menang 6-5 di adu penalti. Laga selanjutnya akan menghadapi Perth Glory (31/7).
Sedangkan untuk LFC, kekalahan dari Rossoneri ini jadi yang pertama dalam tiga laga pramusim mereka. Yokohama F. Marinos bakal jadi lawan LFC selanjutnya (30/7). (dio)






