Bondowoso, (beritajatim.com) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Kuntadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Selasa (8/7/2025) siang.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan langsung kinerja jajaran Kejari Bondowoso berjalan sesuai harapan.
“Saya memang biasanya sidak. Hari ini, giliran Bondowoso yang saya datangi secara langsung. Dari hasil pemantauan, saya lihat secara umum cukup baik, dari sisi kerapian, kesiapan personel, hingga kinerjanya,” ujar Kuntadi pada Beritajatim.com usai sidak.
Dr. Kuntadi menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan kepada masyarakat oleh seluruh jajaran kejaksaan.
Ia juga menitipkan sejumlah target kepada tiap bidang, mulai dari Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), hingga Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“Semua pekerjaan rumah di tiap bidang harus diselesaikan. Masing-masing punya target. Harus paripurna,” tegasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dzakiyul Fikri, menyampaikan bahwa kunjungan Kajati kali ini benar-benar bersifat mendadak tanpa adanya kebocoran informasi sedikit pun.
Bahkan, dirinya saat itu tengah bersiap melakukan kunjungan lapangan. Sehingga ia mengenakan seragam Datun dan sepatu kets, bukan pantofel.
“Kalau tahu beliau mau datang, saya pasti tidak pakai seragam dan sepatu kets seperti ini. Hari ini memang saya agendakan turun ke lapangan. Kalau pakai pantofel jalannya licin,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Fikri, langkah Kajati yang langsung masuk ke tiap ruangan memberi kesan kuat akan transparansi dan evaluasi objektif di tubuh kejaksaan.
Ia juga memastikan bahwa Kejari Bondowoso sudah sejak awal mengedepankan prinsip kerja yang akuntabel dan terbuka.
“Semua kegiatan kami update secara real-time. Prinsip kerja kami transparan dan obyektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fikri mengungkapkan bahwa sidak ini justru memberikan energi positif bagi jajarannya. Ia menilai langkah Kajati sebagai bentuk pengawasan sekaligus motivasi langsung dari pimpinan wilayah.
“Kami malah happy dan apresiatif ya. Karena ini momen nyata. Tanpa persiapan, tanpa rekayasa. Alhamdulillah semua hadir lengkap. Kami tidak hanya mengarahkan, tapi juga memotivasi. Kami berada di depan,” tutupnya. (awi/ian)






