Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro Nur Sujito mengaku jika lembaga pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bojonegoro terlalu besar. Jumlahnya ada sebanyak 705 lembaga, Senin (24/07/2023).
“Jumlah tersebut tergolong cukup tinggi di Jawa Timur,” ujarnya saat mendampingi Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah di kantor DPRD Bojonegoro, Jumat (21/07/2023).
Tingginya jumlah lembaga SDN di Kabupaten Bojonegoro itu menjadi salah satu pertimbangan Dinas Pendidikan untuk melakukan merger. Pada tahun ajaran 2023-2024 ada 13 lembaga yang dimerger. Sementara untuk tahun ajaran ke depan masih menjadi bahan kajian.
Baca Juga: Unesa Dapat 3 Penghargaan Sekaligus dari Ditjen Diktiristek
“Rencana merger akan dilakukan kajian lagi untuk tahun depan,” jelasnya.
Selain banyaknya lembaga SDN, jumlah rasio guru juga belum tercukupi. Di Kabupaten Bojonegoro masih ada kekurangan guru sekitar 4.039 orang. Untuk mengurangi kekurangan guru tersebut, Pemkab Bojonegoro rencananya pada tahun ini akan membuka formasi guru sebanyak 1.894 guru.
“Paling banyak kekurangan guru Penjaskes dan PAI, untuk itu Pemkab Bojonegoro akan membuka rekrutmen PPPK guru dan sudah mendapat persetujuan kementerian,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam kesempatannya saat di DPRD Bojonegoro. [lus/ian]






