Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai mengingatkan operator dan kepala sekolah agar tak main-main dalam sistem PPDB 2024.
Dindik Jatim sendiri telah menyiapkan 754 operator pada pelaksanaan PPDB tahun ini. Rinciannya, 716 operator SMA dan SMK serta 38 operator Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Jatim.
Aries meminta agar para operator tetap menjaga integritas. Jika didapati operator yang bermain-main dengan sistem PPDB selama proses berlangsung, pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas.
“Pesan Pak Pj Gubernur Jatim, para operator perlu dijaga integritasnya. Jangan sampai operator mengeluarkan keputusan tanpa sepengetahuan dari kepala satuan pendidikannya,” ujar Aries, Senin (4/3/2024).
Langkah ini untuk menyikapi persoalan dan stigma sekolah ‘favorit’ yang masih terjadi di masyarakat. Alhasil, sebelum PPDB dibuka pun, banyak pihak yang berusaha menitipkan calon peserta didik baru di sekolah tujuan.
Pemprov Jatim sendiri sudah memiliki kebijakan berupa regulasi PPDB. Regulasi tersebut salah satunya yakni penetapan wilayah zonasi SMA yang tidak dapat dilakukan per satu wilayah kabupaten/kota.
Aries berharap, regulasi baru ini dapat membuat jajaran di bawahnya tidak mengeluarkan kebijakan sendiri. Tapi mengikuti regulasi yang berlaku, bahwa sistem yang sudah ditetapkan itu harus ditegakkan meskipun berat.
“Memang berat. Misalnya tentang rombel maksimal yang ditetapkan SMA sebanyak 36 rombel dan SMK 72 rombel. Maka jangan sampai menambah rombel, jika ketahuan menambah rombel akan saya sanksi,” tegasnya. [ipl/beq]






