Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Melalui berbagai program inovatif, Kadin Jawa Timur berupaya mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengatakan, “Peningkatan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang yang sangat penting. Dengan SDM yang kompeten, kita dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan daya tarik investasi di Jawa Timur.”
Salah satu program unggulan Kadin Jawa Timur adalah kerjasama dengan lembaga pelatihan vokasi. Melalui program ini, para peserta diberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mereka siap bekerja begitu lulus. Selain itu, Kadin juga memfasilitasi program magang industri untuk memberikan pengalaman kerja langsung kepada para siswa.
“Kami juga fokus pada pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kreativitas. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks,” ujar Adik.
Kadin Jawa Timur tidak bekerja sendiri dalam upaya peningkatan SDM. Kadin menjalin kerjasama yang erat dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat dan memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
“Kami yakin bahwa dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Adik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasehat Kadin Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa tantangan ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan perang Rusia-Ukraina serta Timur Tengah, memberi efek berantai kepada semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Ancaman krisis ekonomi atau penurunan daya beli global yang melanda sejumlah negara, pasti berdampak kepada Indonesia.
“Untuk itu, semua pengusaha harus beradaptasi dengan cepat melakukan efisiensi di semua lini. Sekaligus menjalin hubungan yang lebih intens dan sinergi dengan para pembuat kebijakan, dalam hal ini pemerintah, baik di tingkat pusat, maupun di daerah,” tutur Anggota DPD RI dari Jatim tersebut.
Mski demikian, ia mengaku bersyukur bahwa apa yang disampaikan Presiden pada pidato pertama pada saat pelantikan, sesuai dan tetap dalam koridor visi misi besar yang telah disampaikan pada Pemilihan Presiden bulan Februari lalu. Di mana titik tekan pembangunan ekonomi adalah ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
“Sehingga ekonomi yang berkeadilan menjadi inti dari pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Di mana salah satunya yang menjadi fokus dalam misi pembangunan Kabinet Merah Putih adalah memastikan industri di dalam negeri berjalan dengan sehat, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja, serta pembangunan Sumber Daya Manusia,” ulas LaNyalla.[rea/aje]






