Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah merealisasikan rencana penghapusan utang kredit macet bagi sekitar 6 juta petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rencana ini sejalan dengan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan segera diterbitkan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyambut positif inisiatif pemerintah ini. Menurutnya, kebijakan penghapusan utang akan memberikan angin segar bagi UMKM yang selama ini terbebani utang.
“Tugas utama Kadin adalah memfasilitasi bantuan dari sisi legal dan akses perbankan agar proses penyelesaian utang UMKM di perbankan dapat berjalan lancar,” ujar Anindya dalam keterangan tertulisnya.
Kadin akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani penyelesaian utang UMKM. Satgas ini akan bekerja sama dengan pemerintah, terutama Kementerian UMKM, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Hukum.
Anindya menjelaskan bahwa kebijakan penghapusan utang ini bukan hanya sekadar menghapuskan beban utang, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sudah lama mereka itu tidak mendapatkan kredit bank, dan umumnya dari bank BUMN. Akibatnya, banyak petani yang terjebak dan terbelit utang pinjol (pinjaman online) yang terus menggulung mereka. Dengan hapus tagih itu mereka menjadi bankable, bisa kembali mendapatkan kredit bank,” jelas Anindya.
Selain fokus pada petani, nelayan, dan UMKM, Anindya juga menyoroti pentingnya menghapus tagih utang usaha mikro dan ultra mikro. Menurutnya, ada sekitar 63 juta usaha mikro dan ultra mikro di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Jika utang mereka juga diputihkan, UMKM yang dalam dua tahun ini mengalami kontraksi akan bangkit. Ekonomi Indonesia akan bergerak menuju pertumbuhan 8% setahun,” pungkas Anindya.
Dengan dibentuknya Satgas Penyelesaian Utang UMKM oleh Kadin, diharapkan proses penghapusan utang dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi UMKM, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan untuk berkembang akibat terbebani utang. [rea/beq]






