Surabaya (beritajatim.com) – Juventus akan berusaha memulai kembali rekor tak terkalahkan mereka saat menjamu Udinese di Stadion Allianz, Senin ini, setelah mendapat pukulan telak dari Inter Milan di Derby d’Italia pekan lalu.
Juve kembali ke Turin setelah kekalahan dari rival Scudetto Inter Milan, sementara Udinese, yang dikenal sebagai spesialis hasil imbang Serie A, hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Monza.
Setelah kehilangan poin untuk pertama kalinya tahun ini melawan Empoli, Juventus menyaksikan tujuh kemenangan beruntun mereka berakhir pada akhir Januari, diikuti dengan kekalahan kedua mereka di Serie A musim ini.
Gol bunuh diri Federico Gatti menentukan kemenangan Inter di San Siro, membuka selisih empat poin untuk keunggulan Nerazzurri, yang sekarang berkembang menjadi tujuh.
Pelatih kepala Max Allegri, yang akan menyamai rekor Marcello Lippi sebagai pelatih Juventus terbanyak kedua, akan memprioritaskan Serie A, karena klubnya dilarang bermain di level Eropa.
Juve, yang telah mendominasi Udinese, harus meraih kemenangan untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Inter dan mempertahankan asa juara.
Udinese tidak bisa dianggap enteng meskipun, dengan tim asuhan Gabriele Cioffi bermain imbang 13 kali di liga musim ini. Namun, mereka kesulitan mencetak gol dan hanya meraih dua kemenangan sejauh ini.
Pertemuan terakhir di Allianz Stadium melihat Udinese kalah telak 3-0 di pertandingan pembuka musim ini. Dengan Juve mempertahankan dominasinya selama bertahun-tahun, Udinese akan memiliki tugas berat untuk mencuri poin.
Jumlah poin yang sangat sedikit yang berhasil dikumpulkan Udinese selama 15 menit terakhir pertandingan menjadi catatan buruk, sementara Juventus menjadi salah satu dari empat tim yang tidak kehilangan satu poin pun. Ini menambah kesulitan bagi Udinese yang sedang berjuang untuk bertahan di Serie A.
Dengan kedua tim memiliki tujuan yang jelas, pertandingan ini berpotensi menjadi seru. Juventus akan berusaha membalas kekalahan mereka sebelumnya, sementara Udinese akan mencari poin untuk menjauhkan diri dari zona degradasi. (ian)






