Mojokerto (beritajatim.com) – Para juru sembelih hewan kurban di Kota Mojokerto mendapat pelatihan tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai dengan ketentuan dan syariat Islam. Pelatihan tata cara penyembelihan hewan kurban tersebut diberikan jelang Hari Raya Idhul Adha 1445 Hijriah.
Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) ini digelar oleh Baznas Kota Mojokerto kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto (DKPP) Kota Mojokerto dan DPP Juleha Indonesia. Kegiatan digelar di Masjid Nurul Ishlah, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Pelatihan Juleha dihadiri oleh 170 orang dari takmir masjid atau musalah se-Kota Mojokerto dan penyuluh Kemenag Kota Mojokerto serta mudin ini mendapatkan tata cara penyembelihan hewan dari DPP Juleha Indonesia. Yakni mencakup berbagai aspek teknis dan syar’i dari penyembelihan hewan.
Para juru sembelih ini dibekali dengan pengetahuan tentang teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu mereka juga dilatih dalam penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan selama proses penyembelihan.
Ketua Baznas Kota Mojokerto, Dwi Hariyadi mengatakan, tujuan dari kegiaran tersebut untuk memastikan bahwa daging di sebarkan pada masyarakat melalui masjid-masjid dengan baik. “Harapannya mendapatkan kehalalan lebih baik tidak seperti biasanya,” ungkapnya, Selasa (4/6/2024).
Dengan adanya pelatihan tersebut paling tidak percepatan halal untuk Kota Mojokerto menjadi istilal akan lebih cepat. Selain itu, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan masyarakat biasa teredukasi dengan baik. Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, ia juga mulai mengkampanyekan terkait pengurangan penggunaan plastik.
“Kami ingin memastikan bahwa daging kurban yang dihasilkan benar-benar halal dan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Kami juga terus mengedukasi untuk mengurangi plastik dan diusahakan menggunakan daun atau sejenisnya yang intinya bahan organik,” ujarnya.

Untuk jumlah hewan yang di buat simulasi ada tiga ekor berupa, satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Para peserta pelatihan juga menyaksikan simulasi pemotongan hewan kurban secara langsung. Sementara untuk jumlah hewan yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah di Kota Mojokerto masih didaftar.
“Kambing langsung disembelih, sedangkan sapi tidak, hanya untuk praktek saja. Hari ini kami sampaikan untuk mengisi form agar mengetahui berapa jumlah hewan kurban yang akan di potong saat Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah nanti,” tegasnya. [tin/suf]






