Sidoarjo (beritajatim.com) – Jumlah korban dugaan keracunan sesudah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Ponsok Pesantren Manbaul Hikam Putat Tanggulangin, terus bertambah.
Informasi yang diperoleh beritajatim.com jumlah korban yang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit mencapai 294 orang. Dan bisa mungkin jumlahnya bertambah.
“Para korban mendapatkan perawatan medis di berbagai tempat. Terbanyak korban ada di RSUD Notopuro Sidoarjo,” ucap petugas Dinkes Kab. Sidoarjo Selasa (1/9/2026).
Pendamping SPPG Sidoarjo, Serka Andik menyatakan makanan dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan biasanya mulai dibagikan kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB.
“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, jumlah makanan yang dikirim ke Ponpes Manbaul Hikam diperkirakan mencapai sekitar 440 ompreng. Makanan tersebut tidak seluruhnya dikonsumsi secara bersamaan karena sebagian santri masih mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Diperkirakan ada sekitar 440 ompreng. Sebagian dimakan siang, sebagian lagi sore karena santri masih ada kegiatan belajar,” jelasnya.
Bupati Sidoarjo H Subandi bersama jajaran Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing menjenguk para korban di RSUD Notopuro.
H. Subandi menyatakan para korban akan mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit yang menjadi tempat evakuasi korban.
“Kami selaku pemerintah akan membantu dan melayani dalam penanganan korban di rumah sakit, semaksimal mungkin. Minta doanya para korban segera diberikan kesembuhan semuanya,” imbuhnya.
Bupati juga menampik adanya korban jiwa dalam musibah ini. Dirinya sudah melakukan penyecekan ke semua rumah sakit yang melayani korban, dan tidak ada yang meninggal dunia.
“Ingat, tidak ada korban. Saya sudah memastikan ke sana kemari, tidak ada korban jiwa. Semoga semua korban lekas diberikan kesembuhan semuanya,” terangnya dengan mengamini. (isa/ted)






