Malang (beritajatim.com) – Kabar duka masih menyelimuti dunia sepak bola tanah air dan Malang Raya. Salah satu korban Tragedi Kanjuruhan yakni Helen Pricela yang sempat dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang karena kritis kini meninggal, Selasa, (11/10/2022) pukul 14.25 WIB.
Helen meninggal karena gagal nafas dan pendarahan. Menurut RSSA korban mengalami pendarahan karena trauma. Korban mengalami cedera sehingga mengalami syok pendarahan.
Spesialis Anastesi Konsultan ICU RSSA Malang, dr Arie Zainul Fatoni menyebut oksigenasi dalam paru paru korban memburuk. Korban sebelumnya sempat menjalani tindakan operasi pada 4 Oktober 2022 lalu. Korban mengalami pendaraan di bagian organ dalam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Dia mengalami acute respiratory distress syndrome atau gagal nafas akut. Ada multi trauma hingga cidera paru paru. Pendarahan di organ dalam karena ada trauma. Saat itu tensinya menurun, dilakukan pembedahan, kami temukan pendaraan sekitar 500 cc,” kata Arie.
Arie menuturkan kondisi pasien sebelum meninggal mengalami luka bekas trauma di daerah wajah, tangan, dada dan perut. Secara fisik dia menyebut ada trauma akibat sentuhan benda tumpul. “Seluruh ada bekas trauma di daerah wajah, tangan, terus daerah dada dan perut. Awalnya sadar tapi gak penuh. Organ dalam (pendarahan). Penyebabnya ya karena ada trauma. Bersentuhan dengan benda tumpul,” tandas Arie.
Total dari data resmi saat ini supoter yang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan berjumlah 132 orang. Sekitar 500 lebih mengalami luka-luka. [luc/suf]






