Jember (beritajatim.com) – Langkah tim sepakbola Kabupaten Jember menuju Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur terganjal. Juara Grup B dalam babak kualifikasi tak lagi jadi jaminan.
Ini dikarenakan Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi kepada tim Jember. “Sanksi jatuh karena kekeliruan nomor punggung,” kata Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Jember Sutikno.
Dalam pertandingan terakhir melawan Kediri, pemain Jember Riski Iswantur memakai nomor punggung tak sesuai dengan daftar susunan pemain resmi. Riski bermain memakai nomor punggung 16. Sementara dalam DSP, ia terdaftar bernomor punggung 18.
Saat itu pada menit 83, Riski masuk ke lapangan menggantikan M. Kevi Syahertian. Jember unggul 3-0 hingga akhir pertandingan.
Setelah pertandingan berakhir, tim Kediri mengajukan protes terhadap ketidaksamaan nomor punggung Riski. Protes itu pun direspons Asosiasi Sepak Bola Provinsi Jatim. Jember dikenai sanksi dinyatakan kalah 0-3 dari Kediri dan mendapat pengurangan tiga poin.
Sebelumnya Jember menang 2-1 atas Pamekasan dan 3-1 atas Kota Probolinggo. Dengan sanksi itu, maka poin Jember yang tersisa hanya tiga angka.
Setelah jatuhnya sanksi ini, Jember yang semula menjadi pemuncak grup kini menduduki peringkat ketiga klasemen Grup B dengan nilai 3. Peringkat pertama kini diduduki Kabupaten Kediri dengan nilai 7 dan berikutnya Pamekasan dengan nilai 4. Kediri pun lolos ke babak selanjutnya.
Sutikno mengaku kecewa berat. Namun dia memastikan tidak ada unsur kesengajaan. “Ini murni keteledoran. Ofisial kami tidak memeriksa dulu. Pemain juga keliru kenapa kok tidak ngomong kalau keliru nomor. Pengawas pertandingan juga tidak teliti,” katanya. (Wir/ted)






