Jember (beritajatim.com)– Jember Fashion Carnaval ke-22 menampilkan dua kota sebagai tema dua defile terakhir dalam grand carnival yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (4/8/2024).
Defile kesembilan adalah defile bertema Jember Defile ini menampilkan tafsir fesyen atas kekayaan Jember. Jember adalah kota kelahiran JFC dan tempat sejarah dimulai.
Melalui defile Jember, JFC ingin menunjukkan kecintaan terhadap kota kelahiran mereka. Kota yang dipenuhi kekayaan budaya dan keindahan alam.
Dalam defile ini, sejumlah pejabat Jember ikut bergabung, termasuk Bupati Hendy Siswanto yang tampil dengan busana khas JFC. Ia ikut berjalan kaki menyapa warga yang meriung di tepi jalan yang menjadi rute karnaval.
Sementara itu defile penutup adalah Rio. Defile ini menunjukkan kekhasan Rio de Janeiro sebagai kota festival dan kota pesta. Warna-warna ceria tampil dalam defile ini.

JFC ke-22 kali ini membawakan tema Algorithm yang diterjemahkan dalam sepuluh defile. Selain tema Jember, sembilan defile lainnya bertema Wayang, Chess, Versailles, Media, Beta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, dan Rio Carnaval.
JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global. Dengan 10 defile yang tampil setiap tahun, JFC diikuti ratusan orang dari berbagai latar belakang kelompok sosial. [wir/aje]






