Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki 742 orang guru penggerak. Terakhir ada 218 guru angkatan kesembilan dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA yang ditetapkan menjadi guru penggerak oleh pemerintah.
“Alhamdulillah dengan tambahan pasukan guru penggerak, mudah-mudahan akselerasi implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jember semakin cepat,” kata Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono, ditulis Selasa (21/5/2024).
Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru yang bersifat transformasi, diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dimulai pada 2020.
Tugas guru penggerak adalah mendorong komunitas belajar bagi rekan guru di sekolah dan lingkungannya, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain untuk pengembangan pembelajaran di sekolah, dan memacu peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah.
Guru penggerak ini diharapkan menggerakkan seluruh guru untuk melaksanakan percepatan, setelah dua tahun pandemi Covid-19. “Mereka diberi bekal dengan harapan bisa memacu pergerakan pendidikan yang menutup kekurangan pada masa Covid kemarin,” kata Hadi.
Para guru penggerak ini diharuskan kreatif. “Harapannya mereka juga bisa menumbuhkan kreativitas pada siswa untuk mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing. Tidak ada anak bodoh. Semua punya kemampuan dengan bermacam-macam potensi. Potensi ini yang berusaha dikembangkan sesuai ide dan kreativitas masing-masing,” kata Hadi. [wir]






