Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki 112 daya tarik destinasi wisata. Namun promosi untuk memperkenalkan obyek wisata tersebut masih kurang maksimal.
Ratusan daya tarik destinasi wisata itu terletak di sejumlah pelosok Jember, antara lain di lereng gunung, perkotaan, hingga pesisir pantai. “Dari jumlah itu, kami tetapkan sepuluh desa wisata prioritas dulu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Bambang Rudianto, ditulis Jumat (2/5/2025).
Sepuluh desa itu antara lain Sidomulyo, Klungkung, Dukuh Dempok, Suci, Arjasa. Mereka menjadi prioritas karena sudah memiliki kelompok sadar wisata.
“Minimal dari beberapa item sapta pesona wisata sudah mereka lakukan. Di antara mereka juga sudah terkonfirmasi di jaringan desa wisata (jadesta) yang disinergikan dengan Kementerian Pariwisata,” kata Rudianto.
Namun Rudianto mengakui 112 daya tarik wisata itu kurang begitu populer. “Marketing dan publikasinya kurang gencar. Brand-nya juga,” katanya..
Saat ini Pemerintah Kabupaten Jember tengah menggencarkan wara jenama (tagline) ‘Jember Miniatur Indonesia’. “Karena sebagai Kota Pandalungan, multietnis ada di sini. Semua kuliner ada di sini. Kuliner dan etnis nusantara semua ada di sini,” kata Rudianto.
Jember juga dihuni ribuan santri dan mahasiswa dari banyak wilayah di Indonesia. Selain itu, ada sejumlah kegiatan kepariwisataan yang memperkuat wara jenama tersebut, antara lain Jember Fashion Carnaval, Hyang Argopuro Festival, dan Jember Kota Cerutu Indonesia.
Mendukung pariwisata, Pemkab Jember akan mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro untuk penerbangan komersial dengan trayek Bali-Jember. “Diharapkan dengan penerbangan Bali ke Jember dan Jember ke Bali, wisatawan mau datang ke Jember,” kata Bupati Muhammad Fawait.
Fawait menyatakan, Pemkab Jember siap bekerja sama dengan pelaku pariwisata. “Kalau ada kesulitan bisa langsung kirim WA ke saya, terutama masalah perizinan dan lain sebagainya,” katanya saat menyambut rombongan wisatawan dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang hendak melancong ke Gunung Ijen, Kabupaten Bondowoso, makan malam di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (30/4/2025). [wir]






