Jember (beritajatim.com) – Beberapa bulan menjabat sebagai bupati Jember, Jawa Timur, Muhammad Fawait mendapat banyak penghargaan. Namun dia mengingatkan, bahwa penghargaan bukan tujuan.
Beberapa penghargaan itu antara lain dari Kementerian Dalam Negeri sebagai kabupaten paling peduli pada kelompok pekerja rentan. Jember terpilih berdasarkan asistensi dan monitoring Evaluasi Capaian Universal Coverage (UCJ) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Surabaya.
Jember juga dianggap sukses mengoptimalisasi serapan gabah petani dengan serapan gabah 122 ribu ton oleh Perum Bulog Jember yang melampaui target. Ini menjadikan Jember wilayah dengan penyerapan gabah tertinggi di Provinsi Jawa Timur tahun ini.
Kabupaten Jember juga dinobatkan menjadi juara kedua Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA) Award Jawa Timur 2025 yang diserahkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Benny Sampirwanto.
Setelah mendapat penghargaan dari Beritajatim.com, Wadul Guse mengantarkan Fawait mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif dari JTV.
Fawait berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengapresiasi kinerja kepadanya dan jajaran Pemkab Jember. “Ini adalah bagian dari vitamin yang diberikan kepada Pemkab Jember,” katanya, Kamis (3/7/2025).
“Tentu ini bukan tujuan utama untuk apa-apa yang kami lakukan dan inovasi yang kami lakukan dalam pelayanan publik Pemkab Jember. Tujuan utama kami adalah pengentasan kemiskinan di Jember, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan publik yang baik,” kata Fawait.
Fawait menyebut capaian prestasi itu berkat kerja kolektif birokrasi, semua elemen, dan masyarakat Kabupaten Jember. Ia mengingatkan bahwa bupati bukan manusia super, dan ia lebih menyukai tim super dalam membangun Jember. [wir]






