Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tidak mengenal Jembatan Merah Plaza atau JMP, pusat grosir di Jalan Rajawali Kota Surabaya ini masa kejayaannya kian hari makin redup karena sepi pengunjung.
Ditambah lagi saat covid-19 dan juga semakin maraknya jualan online menjadi masyarakat malas data ke pusat perbelanjaan.
Seperti yang terlihat pada siang ini, seluruh stand yang berada di JMP 2 dipindah ke JMP 1, karena JMP 2 kontraknya sudah habis dan pedagang harus mengosongkan stand. Sejumlah pedagang JMP dua yang terletak di bagian belakang plasa mulai membongkar perlengkapan dan isi toko dalam stand untuk di pindahkan.
Salah satunya Pitambar pedagang tekstil mengaku sepinya pengunjung memang terjadi sejak beberapa tahun terutama saat pandemi covid melanda.
“Setelah pandemi berakhir kondisi tak kunjung membaik, sehingga pedagang yang telah berjualan sejak 10 tahun ini akhirnya memilih pindah ke JMP satu demi usahanya tetap berjalan,” kata Pitambar.
Semantara itu Agung Santoso, pengelola Jembatan Merah Plaza mengatakan jika mayoritas pedagang menutup toko sejak masa pandemi.
Disamping menjamurnya jualan online, diperkirakan hanya ada 20 toko atau kurang dari 10 persen dari total sekitar 250 stand toko yang ada yang masih membuka tokonya.
Disamping itu untuk mendatangkan kembali pedagang pihaknya juga telah mengupayakan agar pedagang menempati toko di JMP satu dengan hanya membayar biaya operasional dan menggratiskan biaya sewa toko. Agung memastikan jika JMP masih beroperasional sampai saat ini, hanya JMP 2 saja yang dilakukan penutupan.
“JMP 2 saja yang ditutup,” kata Agung.
Para pedagang juga berharap agar pengelola memberikan inovasi dan promosi agar jembatan merah plasa kian menarik untuk dikunjungi. (ted)






