Ringkasan Berita:
- Teman Baik menyalurkan amanah kurban melalui program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026 ke berbagai daerah di Indonesia dan pengungsian Palestina.
- Penerima manfaat mencakup masyarakat pelosok di Jawa Timur, wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, hingga keluarga Palestina di Mesir.
- Selain daging kurban, warga Palestina juga menerima paket kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
- Program ini menegaskan peran kurban sebagai instrumen kemanusiaan yang memperkuat solidaritas lintas wilayah dan lintas negara.
Surabaya (beritajatim.com) – Momentum Iduladha 1447 Hijriah memang telah berlalu. Namun manfaat kurban yang disalurkan melalui program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026 masih dirasakan oleh ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia hingga pengungsian Palestina.
Melalui program tersebut, Lembaga Kemanusiaan Teman Baik menyalurkan amanah para pekurban kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Distribusi bantuan tidak hanya menjangkau wilayah pelosok di Jawa Timur dan Aceh, tetapi juga menyentuh keluarga Palestina yang hidup di pengungsian akibat krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa nilai kurban tidak hanya terletak pada pelaksanaan ibadah semata, melainkan juga pada manfaat sosial yang dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026, kami ingin memastikan amanah kurban tidak hanya terlaksana sebagai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penyaluran kami arahkan ke wilayah-wilayah yang memang memiliki keterbatasan akses pangan dan sedang menghadapi situasi sulit,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Penyaluran kurban dilakukan di sejumlah daerah yang menjadi sasaran program, antara lain Desa Arjasa di Kabupaten Jember dan Desa Sukokidul di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Program ini juga menjangkau Desa Sekumur di Kabupaten Aceh Tamiang yang masih menjalani proses pemulihan pascabanjir.
Bagi sebagian warga di wilayah tersebut, daging kurban menjadi makanan istimewa yang tidak mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran bantuan kurban tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan yang selalu dinantikan setiap tahun.
Tidak hanya di Indonesia, program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026 juga menjangkau keluarga Palestina yang tinggal di kawasan pengungsian 10th of Ramadan City dan Al Obour, Mesir.
Dalam program tersebut, para pengungsi Palestina tidak hanya menerima daging kurban, tetapi juga paket kebutuhan pokok yang berisi beras, minyak goreng, kacang-kacangan, serta berbagai bahan makanan yang umum digunakan dalam menu keluarga Palestina.
Menurut Muhammad Pungky, penambahan paket kebutuhan pokok dilakukan agar manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
“Untuk warga Palestina, kami melengkapi bantuan dengan paket kebutuhan pokok sehingga keluarga penerima manfaat memiliki persediaan bahan pangan yang dapat digunakan beberapa waktu ke depan. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu kekuatan utama program kurban adalah kemampuannya menghubungkan solidaritas kemanusiaan tanpa batas wilayah maupun negara.
Melalui semangat berbagi yang sama, masyarakat di pelosok Jawa Timur, warga yang sedang bangkit dari dampak bencana di Aceh Tamiang, hingga keluarga Palestina yang hidup dalam pengungsian dapat merasakan perhatian dan kepedulian dari sesama.
“Setiap paket kurban membawa pesan bahwa masih ada banyak orang yang peduli. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan, perhatian seperti ini sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai bantuannya sendiri,” tutur Pungky.
Program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026 menjadi bukti bahwa kurban tidak hanya berfungsi sebagai ibadah tahunan, tetapi juga sebagai instrumen kemanusiaan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Dari pelosok Jawa Timur, kawasan terdampak bencana di Aceh, hingga pengungsian Palestina di Mesir, kurban menjadi jembatan kepedulian yang menghadirkan harapan dan memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai keterbatasan. [tok/beq]






